Lalu Dedi Sopyandi.S.Kep Ners Kepala Puskesmas Ganti Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah
Lombok Tengah, (postkotantb.com) - Hal ini ditegaskan oleh kepala PKM Ganti Lalu Dedi Sopyandi S.Kep Ners membantah dan meluruskan pernyataan bendahara terkait pemotongan dana kapitasi berita yang dilansir oleh salah satu media online terbitan Sabtu (24/09/22) yang menyebutkan, adanya pemotongan dana Kapitasi bagi pegawai honorer di puskesmas Ganti kecamatan Praya timur.
Ditegaskan kapus,Terhadap pembagian dana Kapitasi bagi semua pegawai di PKM Ganti, mengacu kepada Permenkes nomor 6 tahun 2022 yang secara jelas mengatur soal syarat syarat pembagian dana Kapitasi tersebut. Tegasnya kepada postkotantb.com Minggu (25/09/22)
Dimana, lanjutnya,Beberapa variabel menjadi dasar penentuan pembagian sesuai pasal 5, 6 dan 7, mempertimbangkan beberapa aspek diantaranya ketenagaan dana atau jabatan serta Tingkat kehadiran.
"Kami tidak akan keluar dari regulasi berupa Permenkes yang jelas mengatur soal itu, termasuk melakukan pemotongan ataupun juga melebihkan penerimaan masing masing pegawai, tetapi secara objektif mengacu kepada kedua variabel tersebut, jadi terhadap tuduhan adanya pemotongan dana Kapitasi tersebut sangat tidak benar". Jelasnya
Dijelaskannya, "jika tuduhan adanya pemotongan dana Kapitasi karena penerimaan masing masing pegawai berbeda beda, karena syarat dan ketentuan dalam Permenkes itu mengandung konsekuensi, terhadap jumlah penerimaan masing masing pegawai yang pasti berbeda beda". Imbunya
Pasal 6 jelas memuat tentang vriabel ketenagaan dana atau jabatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat (3) huruf A yang terdiri atas
a. Jenis ketenagaan
B. Rangkap jabatan administrasi dan penanggung jawab atau koordinator program dan yang terakhir
c. Masa kerja
Variabel tersebut yang selalu kami jadikan rujukan, dalam pembagian dana Kapitasi selama ini dan Alhamdulillah selama ini tidak pernah ada masalah.pungkasnya (red)


Beberapa hari yg lalu saya BCA berita bahwa sudah jelas menjadi tersangka ,, kok sekarang beritanya beda lagi,, ini media kok plon plan sekali,, ataukan beritanya hanya nebak saja ,,
BalasHapus