Breaking News

Majri Butuh Setahun Majukan SMPN 1 Prateng, Dengan Jargon Wanita Adalah Kekuatan Pasti Terwujud

 


Lombok Tengah, (postkotantb.com) - Ketika saat menjadi kepala di SMPN 1 Praya Lombok Tengah (Loteng), Majri jadikan jargon Muda adalah kekuatan, dengan jargon ini, deretan prestasi mampu diukir. Di tempat tugas yang baru saat ini, yakni di SMPN 1 Praya Tengah Loteng, Majri ingin mengukir prestasi dan membuat perubahan di SMPN 1 Praya Tengah.

Mengingat tipikal siswa berbeda, lingkungan yang tak sama serta sarana dan prasarana jauh dari kurang, sehingga membuat dirinya mengambil jargon, wanita adalah perubahan.

"Saya ingin ukir prestasi seperti saat masih jadi kepsek di SMPN 1 Praya, membangkitkan semangat perjuangan butuh ide yang tepat, termasuk mengubah jargon bertajuk Wanita adalah perubahan," Kata Kepsek SMPN 1 Praya Tengah Loteng, Majri, Sabtu (10/9).

Mengambil jargon tersebut lanjut sang bapak pengukir prestasi ini, pasalnya di SMPN 1 Praya Tengah ini, pendidik dan pegawainya rata rata mereka semua jender atau wanita. "Guru dan pegawai kita di sini ada 25 orang, dari 25 orang tersebut,19 adalah kaum hawa, 18 pendidik dan 1 pegawai," Terangnya.

Atas hal itu, sehingga pihaknya mengambil jargon, wanita adalah kekuatan. "Kan lebih banyak wanita pendidik kita ditempat ini, sehingga kita pakai jargon tersebut, guna menambah stamina mereka untuk giat berbuat," Ungkapnya.

Selanjutnya masalah sarana dan prasarana, juga bisa dikatakan masih jauh dari kekurangan, atas dasar itu, ditengah kekurangan tersebut dengan jargon wanita adalah kekuatan, mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).

 Sehingga lahirlah deretan prestasi yang siap untuk digapai bersama. "Dengan jargon ini, malah kami optimis, dalam jangka satu tahun saya janji, mengubah SMPN 1 Praya Tengah, jadi sekolah gudangnya prestasi," Yakinnya.

Uniknya lagi, dari 18 pendidik wanita tersebut, ada tiga guru wanita tercatat sebagai guru penggerak, satu di antaranya di samping guru penggerak dia juga guru penggerak pengajar praktik.

"Yang jelas, kalau SDM pendidik kami, sudah lengkap, tinggal kita kemas saja, InsyaAllah tunggu saja hasilnya, dalam jangka satu tahun, kami siap berikan bukti," Ujarnya.

Lebih dari itu kata mantan ketua MKKS SMP Loteng ini, pihaknya juga merencanakan SMPN 1 Praya Tengah, menjadi sekolah model pengembangan Pendidikan Agama Islam (Pai), sebab mengembangkan hal tersebut, potensi ada.

Seperti setiap pagi sebelum baris berbaris di mulai program mengaji dilakukan minimal 10 menit, termasuk sebelum waktu zuhur tiba, masing masing kelas diberikan waktu secara bergiliran ke musholla untuk membacakan Al Qur'an, sambil menunggu waktu zuhur solat berjamaah.

"Mewujudkan SMPN 1 Praya Tengah jadi sekolah model pengembangan PAI, kita berencana bangun asrama khusus," Tutupnya. (Ap)

0 Komentar

Posting Komentar

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close