Komandan WSBK 2022, Jamaluddin Maladi.
 

Mataram (postkotantb.com)-Keberadaan Rara Isti Wulandari atau akrab disapa Mbak Rara si Pawang Hujan di penghelatan Event MotoGP awal 2022 lalu, di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok Tengah (Loteng) Provinsi NTB, viral di berbagai media sosial.

Bahkan, berkat aksinya sebagai pawang hujan di event dunia tersebut, Mbak Rara mendapatkan honor dengan nilai fantastis, yakni sekitar Rp. 105 juta. Belum lagi panggilan dari sejumlah penyelenggara acara yang meminta jasanya.

Dilansir dari sonora.id, penghasilan yang diperoleh Mbak Rara tembus Rp. 5 juta perhari, dari setiap panggilan yang meminta jasanya menjadi pawang hujan. Tidak heran jika Mbak Rara kini dijuluki janda paling tajir.

Sayangnya, diperhelatan World Superbike (WSBK) Bulan November 2022 mendatang, sosok Mbak Rara tidak akan kembali muncul. Karena akan digantikan dengan sosok Rara 'Sasambo' dengan kemampuan dan kesaktian yang tidak kalah dengan Mbak Rara.

"Nanti akan ada Rara Sasambo," ungkap Komandan Lapangan WSBK 2022, Jamaluddin Maladi, usai menjadi narasumber dalam Diskusi Publik yang diselenggarakan KNPI di The Sultan Food, Senin (12/09/2022).

Kehadiran Rara 'Sasambo' yang menggantikan posisi Mbak Rara sebagai pawang hujan diperhelatan WSBK tahun ini, kata Jamaluddin, semata-mata untuk menonjolkan tentang kearifan lokal masyarakat NTB.

Rara 'Sasambo' pun merupakan julukan bagi orang asli NTB yang memiliki kemampuan tertentu untuk memindahkan hujan. Namun, pihaknya masih enggan menyebut nama dari sosok Rara 'Sasambo', pengganti Mbak Rara.

"Kan keren kalau nanti sudah ada Rara 'Sasambo' di WSBK," imbuhnya.

Tidak hanya berkaitan dengan pawang hujan. Masih banyak hal yang menarik lainnya akan ditampilkan saat event WSBK. Seperti Umbrella Girl (gadis payung). Selain berpengetahuan dan berparas cantik, Nantinya kata Jamaluddin,  Umbrella Girl akan mengenakan pakaian adat Sasambo yang terdiri dari tiga suku di NTB.

Yaitu suku Sasak di Pulau Lombok, suku Samawa di Kabupaten Sumbawa- Sumbawa Barat dan Mbojo di Kabupaten Dompu dan Bima.

"Untuk umbrella girl atau yang akan memayungi para rider nanti itu masih tahap seleksi. Yang jelas kita pakai putri-putri terbaik dari NTB," tambah Jamaludin.

"Mungkin nanti jumlah Umbrella Girl disesuaikan dengan jumlah pembalap. Kalau 30 pembalap, kita juga harus menyiapkan 30 Umbrella Girl," jelasnya.(RIN)