Lombok Utara, (postkotantb.com) - Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara, dr H Abdul Kadir mengungkapkan, angka penderita gangguan cemas dan depresi di Kabupaten Lombok Utara meningkat 25 pada tahun pertama pandemi Covid-19.
"Tidak ada kesehatan, tanpa kesehatan jiwa," ungkap dr H Abdul Kadir.
Namun tahun ini, persentase masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan atau depresi menurun drastis. Hal ini karena beberapa program Dinas Kesehatan bersama instansi terkait lainnya.
"Sekarang sudah tertangani dengan baik dan sangat minim jumlahnya ketimbang daerah lain di NTB. Ini tentu ya berkat kolaborasi baik dengan sesama petugas maupun masyarakat, terutama di lingkungan keluarga sendiri," pungkasnya. (@ng)




0Komentar