Breaking News

PDAM Amerta Dayan Gunung Tanam 2.500 Pohon di Dusun Teres Genit Desa Bayan

 


Lombok Utara, (postkotantb.com) - Bening kehilir biru ke cakrawala,
"Jika air tak lagi sanggup menggemburkan tanah, saat itulah kehidupan akan terhenti.

"Tajukair adalah jejak kecil menjaga mata jiwa kita"                                

Komitmen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Amerta Dayan Gunung, Sabtu (3/12/2022) bersama organisasi peduli lingkungan melakukan penanaman di Dusun Teres Genit Desa Bayan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.


Hal ini dimaksudkan untuk melindungi sumber sumber mata air yang masih ada dan  banyak hilang, akibat pembabatan hutan yang tidak terkendali dan hilangnya puluhan mata air akibat gempa bumi 2018 lalu.

Kepala Desa Bayan, Satriadi,S.Pd, saat menyampaikan pesan moral terkait kepedulian lingkungan, kepada segenap para undangan yang hadir melakukan aksi penanaman 2.500 batang bibit kayu dan buah buahan di dusun Teres Genit Desa Bayan Kecamatan Bayan.


Satriadi bersama masyarakatnya dusun Teres Genit dan Pemerintah Daerah beserta organisasi organisasi peduli lingkungan termasuk Mahasiswa yang sedang melakukan Kelompok Kerja Nyata KKN merasa terpanggil untuk melakukan gerakan penanaman yang di Koordinir oleh Peusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Amerta Dayan Gunung.  
Tak cukup sampai disini, lanjutnya.
Ia mengajak semua pihak untuk turut serta bersama sama melakukan aksi serupa di semua hutan adat, sebagai wujud tanggung jawab atas keberlangsungan ketersediaan air untuk kehidupan mahluk di bumi Tioq Tata Tunaq Kabupaten Lombok Utara.

Hal sama disampaikan Dirut PDAM Amerta Dayan Gunung, Firmansyah,ST, Karena cinta Tuhan Pada Manusia sebagai mahluk yang utama, Bumipun diwjudkan Berupa Surga Kecil, seperti Zamrud Di bumi khatulistiwa, sebagai Manifestasi Keagungannya.

"Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (Q.S. al-Anbiya : 30)

Untuk afdolnya kegiatan ini, tentu mengharapkan banyak doa dan dukungan demi tercapainya ikhtiar bersama mewujudakn lingkungan kita yang lebih baik, ungkap Firman di hadapan ratusan peserta undangan yang hadir.


Tidak ada daya muslihat pada ruang semesta. alam adalah angan angan terhadap yang nirmala, segalanya murni dan baik.

Alam tidak saja bumi yang dipijak tempat bernaung, tetapi juga ruang menyejarah bagi manusia.

Alam menuangkan saripati menyangga kehidupan, menjaga jiwa tampa air mata memayu hayuning bawana.

Selaku satu dari sekian suksesor Tajuk Air 2022, kami harapkan kepada Bupati Lombok Utara, untuk memberikan sambutan sekaligus memimpin aksi penanaman 2.500 bibit kayu dan buah buahan di lokasi ini, kata Firmasyah.

Sebagai sebuah perusahan milik daerah perumdam amerta dayan gunung hadir berusaha untuk menjaga marwah lingkungan, ikut serta berkontribusi dalam menghijaukan indonesia. tentunya dalam dialektikanya tajuk air berproses kami membutuhkan banyak dukungan dari segala element.

Air sesuatu yang holistik dan universal, sebagai element dasar penciptaan mayapada, air bagian fundament dari mahluk hidup, sifatnya tak susut, selalu konstan dengan hukum alam, namun jika mata rantainya terputus, maka air akan hilang dari porosnya.

Tajuk air upaya kecil bersama secara sadar merawat sumber mata air berkelanjutan yang tidak berhenti sampai ruang ini saja.

Hal yang sama disampaikan Bupati Lombok Utara,H Djohan Syamsu,SH.

H Djohan Syamsu memberikan sambutan dan menyemangati keterbangunan lingkungan yang berkelanjutan sebagai bentuk tanggung jawab moral, atas keberlangsungan ketersediaan air Dimas sekarang maupun yang akan datang.

"Saatnya kita melipat gandakan kerisauan, mengerakan sedikit dari waktu kita untuk sesuatu yang tak berhenti memberikan makna, sampai akhirnya menutup mata, dan lalu kita berharap kepada air memandikan jasad, sebelum lebur, menanggalkan cerita.

Bupati sampaikan apresiasi kepada PDAM Amerta Dayan Gunung yang setiap tahun melakukan kegiatan serupa di berba GG ai tempat, terutama dilokasi sumber sumber mata air dan hutan adat.

Takdir kita pada pohon, pada daun yang mendorong krolopil menjadi oksigen, menambat akar tetap tegar, menelan air agar tak liar, seperti pokok Batang, menjadi tiang tanah untuk kekah menambat musim.

Dialektika lingkungan, melatih kita memanggut ketakpahaman kita untuk terus berpikir, langit mendorong air untuk jatuh, ke bumi, lalu tanah sebagai poros tadah, membutuhkan akar pohon sebagai sangkar air, menahan laju hujan, untuk berhenti sejenak, sebari memanggul musim yang lainnya berganti, pohon mendistribusikan air dengan cekatan, memenuhi ruas bumi dengan sunyi, jika air tak bersangkar pada akar akar yang kukuh, maka imbal balik alam, akan meluapkan apa yang yang tak mampu ia tampung, Larung deras menuju hilir, mengerus tanah, entah apa yang ada didepannya.

Pohon-pohon ini dipilih, kata dia, karena mempunyai kemampuan menyerap air yang bagus dan mempunyai nilai ekonomis tinggi. Misalnya pohon kayu rajumas, Mahoni, beringin, nangka dan mangga, yang buahnya bisa untuk dinikmati, termasuk primata yang tinggal di sekitar sumber air ini

Dengan itu, sekaligus sebagai upaya edukasi kepada mereka untuk mencintai alam serta melestarikannya.

"Penanaman pohon ini tentunya merupakan aksi nyata untuk pelestarian lingkungan, terutama di sumber ini. Kami tentunya mendukung kegiatan ini," kata Djohan Syamsu.

Ia juga optimistis, upaya yang diinisiasi PDAM Amerta Dayan Gunung KNPI ini mampu menjadi sarana edukasi masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan alam dengan sebaik-baiknya.

Sumber air di Teres Genit dan seluruh wilayah hutan adat di Bayan ini masih dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari yang dikelola oleh PDAM KLU.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh, Dinas Lingkungan Hidup (KLH - KLU), Drs Rusdianto,M.Si yang selalu hadir dalam kegiatan serupa.

Acara selanjutnya penyerahan bibit  oleh Bapak Bupati dan Dirut PDAM Amerta Dayan Gunung sekaligus penanaman langsung sampai yang di pimpin oleh Bupati Lombok Utara, Djohan Syamsu. (@ng)

0 Komentar

Posting Komentar

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close