Bupati Lotara H Djohan Syamsu saat memberi sambutan saat membuka Musyawarah daerah Muhammadiyah KLU, Sabtu (20/5/2023). FOTO:IST. jaharuddin.S.Sos postkotantb.com Biro Lombok Utata.


Lombok Utara (postkotantb.com) - Musyawarah Daerah (Musyda) Muhammadiyah Lombok Utara diselenggarakan berdasarkan
Anggaran Dasar Muhammadiyah
Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah AD-ART,
hasil keputusan rapat pimpinan PDM Lombok utara tanggal 1 Mei 2023.

Ketua Panitia Pelaksana Musyda Muhammadiyah, H. Sophan Hadianto, SKM, MPH, dalam laporannya menyebutkan, "Agenda pokok pada acara Musyda Muhammadiyah Lombok Utara adalah melaporkan pelaksanaan program kerja PDM Lombok Utara periode Muktamar 47 ".

Laporan dan tanggapan PCM dan ORTOM Daerah Lombok Utara atas laporan pelaksanaan program kerja PDM Lombok Utara periode Muktamar 47 dan Pemilihan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lombok Utara periode Muktamar 48 serta Penyusunan program dan kebijakan Muhammadiyah Daerah Lombok Utara periode Muktamar 48.

Lebih rinci disebutkan H. Sophan Hadianto, " kepanitiaan
Musyda Muhammadiyah Lombok Utara diselenggrakan oleh PDM Lombok Utara bekerja sama dengan PDA Lombok Utara dengan susunan panitia sebagaimana terlampir ".
Musyawarah Daerah (Musyda), lanjutnya, merupakan salah tolok ukur keaktifan sebuah Daerah dalam menjalankan organisasi Muhammadiyah.

Dengan adanya Musyda, setidaknya PDM telah melakukan beberapa hal di antaranya yaitu regenerasi kepemimpinan, pertanggungjawaban publik tentang program-program yang telah terlaksana, serta perumusan arah kebijakan organisasi satu periode berikutnya 5 tahun dengan tetap merujuk pada aturan aturan yang berlaku.

Musyawarah Daerah (Musyda) Muhammadiyah Lombok Utara dihadiri sekitar 150 orang yang terdiri dari ; 75 orang peserta Musyda dan 75 orang Musyda Aisyiayah yang dilaksanakan di Sasak Narmada Tanjung, Sabtu (20/5/2023).

Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, saat membuka acara mengatakan, Keberhasilan perjuangan Muhammadiyah yang telah berjalan lebih dari satu abad pada hakikatnya merupakan rahmat dan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala yang patut disyukuri oleh seluruh warga Persyarikatan.


Dengan modal keikhlasan dan kerja keras segenap anggota disertai dukungan masyarakat luas, Muhammadiyah tidak kenal lelah melaksanakan misi da’wah dan Tajdid dalam memajukan kehidupan umat, bangsa dan dunia kemanusiaan.

H Djohan juga mengatakan, gerakan kemajuan tersebut ditunjukkan dalam melakukan pembaruan pemahaman Islam, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, serta berperan dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa di negeri ini.

Lebih lanjut, disadari pula masih terdapat sejumlah masalah atau tantangan yang harus dihadapi dan memerlukan langkah-langkah strategis, ungkapnya.

Sejalan hal itu untuk lebih dinamis dalam gerakan da’wah Muhammadiyah amar ma’ruf nahi munkar diperlukan kesinambungan pimpinan dan program kerja inovatif melalui lembaga permusyawaratan tertinggi sesuai jenjang kepemimpinan Muhamadiyah yang diwarnai dengan etika demokrasi.


Saat ini Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lombok Utara periode Muktamar 47 akan segera berakhir masa pengabdiannya, dan untuk melanjutkan periodesasi berikutnya PDM Lombok Utara harus melaksanakan tugas konstitusi persyarikatan, yaitu menggelar Musyawarah Daerah (MUSYDA).

Musyawarah Daerah (Musyda) adalah permusyawaratan Muhammadiyah dalam Daerah, diselenggarakan oleh dan atas tanggung jawab Pimpinan Daerah.

Musyawarah Daerah (Musyda)  diadakan satu kali dalam lima tahun.
Musyawarah Daerah (Musyda) merupakan salah tolok ukur keaktifan sebuah Daerah dalam menjalankan organisasi Muhammadiyah. Dengan adanya Musyda, setidaknya PDM telah melakukan beberapa hal di antaranya yaitu regenerasi kepemimpinan, per-tanggungjawaban publik tentang program-program yang telah terlaksana, serta perumusan arah kebijakan organisasi satu periode berikutnya 5 tahun dengan tetap merujuk pada aturan-aturan yang berlaku.

Menyadari bahwa Musyda sebagai lembaga permusyawaratan tertinggi tingkat daerah maka sesuai kewenangannya akan mengambil kebijakan kebijakan strategis, yaitu Laporan Pimpinan Daerah (kebijakan pimpinan, organisasi, pelaksanaan keputusan musyawarah, keuangan), Program Kerja dan Pemilihan Pimpinan Daerah untuk periode kepemimpinan lima tahun kedepan, kata H Djohan Syamsu di depan segenap peserta Musyda.

Di ahir penyampaian H Djohan, berharap organisasi dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan dan berfungsi sebagai acuan penyelenggaraan Musyda Muhammadiyah Lombok Utara periode Muktamar 48, dengan harapan didukung oleh berbagai pihak yang terlibat di dalamnya. (@ng)