![]() |
Dari Kiri, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah , Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Kepala Dinas PUPR, H Ridwan Syah, diikuti kepala daerah se NTB. |
Mataram (postkotantb.com)-Kini, masyarakat NTB bisa tersenyum bangga. Sebab, gebrakan Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah, bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), H Ridwan Syah, untuk menjemput anggaran di Kementerian PUPR, berbuah manis.
"Alhamdulillah, pertemuan Gubernur yang memboyong serta para Kepala Daerah se-NTB untuk menemui langsung Menteri PUPR, Basuki Hadilmujono, membuahkan hasil yang menggembirakan,” ungkap Kepala Dinas PUPR, H Ridwan Syah, Dikonfirmasi (15/05).
Diceritakan Dae Iwan, sapaan akrab pria yang disebut sebagai kandidat kuat Calon Bupati Dompu ini, pertemuan Gubernur NTB dan dirinya bersama 10 kepala daerah se NTB dengan Menteri PUPR itu, merupakan langkah positif demi memperbaiki infrastruktur secara keseluruhan di NTB.
"Pertemuan dengan Menteri PUPR ini bertujuan untuk membahas masalah infrastruktur yang dihadapi oleh setiap daerah dan mencari solusi bersama,” imbuhnya.
Menteri PUPR menilai Upaya memboyong para kepala daerah se NTB, merupakan upaya kolaboratif yang diapresiasi."Respon Menteri PUPR sangatlah menggembirakan. Beliau memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur dan Kepala Daerah NTB atas dedikasi mereka dalam membangun infrastruktur,” ulasnya.
Dalam pertemuan tersebut, lanjut Dae Iwan, Menteri PUPR juga mengakui bahwa pembangunan infrastruktur, termasuk jalan, bendungan, jembatan, dan infrastruktur lainnya, membutuhkan biaya yang besar dan proses yang cukup panjang. Belum lagi soal keterbatasan fiskal.
Kendati demikian, Menteri PUPR menegaskan, pihaknya akan membantu daerah-daerah di NTB. Terutama dalam memperbaiki jalan-jalan strategis yang mengalami kerusakan parah.
“Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah melalui implementasi program Inpres Jalan Daerah yang akan dilaksanakan Tahun 2023 dan 2024. Tapi pak Menteri menjelaskan bahwa program ini akan dilaksanakan secara selektif dan bertahap, mengingat luasnya jaringan jalan di seluruh Indonesia,” terangnya.
"Alhamdulillah, berdasarkan hasil yang difinalkan oleh Balai Jalan Nasional Provinsi NTB, untuk periode pertama yang akan turun pada sekitar Mei atau Juni 2023, anggaran yang akan turun sekitar Rp. 425 Milyar,” sambung pria yang dikenal sukses dengan prestasinya sebagai komandan MXGP ini.
Dia pun menyebutkan beberapa ruas jalan provinsi, dengan tingkat kerusakan parah. Diantaranya Kabupaten Bima, seperti ruas jalan Wilamaci-Karumbu dan Karumbu-Sape. kemudian ruas jalan Lembar- Gili Mas, serta ruas jalan yang rusak akibat dampak bencana alam yaitu, Lenanguat-Lunyuk. Ruas jalan tersebut, tahun ini rencananya akan diperbaiki.
Disebutkan pula, yang masih dalam tahapan pengusulan kembali adalah bendungan Mujur, di Kabupaten Lombok Tengah. Sebab, masih harus menyelesaikan urusan pembebasan lahan. Sehingga saat ini belum bisa dieksekusi.
"Begitupun dengan usulan bendungan Dodu untuk pegendali banjir dan sumber air baku di Bima masih akan didalami dulu soal desain dan kelengkapan dokumen-dokumen lainnya,” ujarnya.
Adapula Infrastruktur lainnya yang diusulkan pembangunannya seperti Jembatan Lewa Mori di Bima. Termasuk Jalan lingkar utara Kabupaten Lombok Utara, serta SPAM di Kabupaten Dompu dengan mengambil air baku dari Dam Mila.
"Menteri juga akan memberikan bantuan bronjong untuk mengatasi abrasi dan penguatan tebing sungai di semua kabupaten,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah, menyampaikan apresiasi komitmen Menteri PUPR. Bantuan perbaikan jalan-jalan strategis yang rusak parah, menurutnya akan meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat.
"Kami berharap, dengan semangat kerjasama dan dukungan dari Menteri PUPR, pembangunan infrastruktur di NTB akan mengalami peningkatan yang signifikan," harapnya.
Ditambahkan Gubernur, bahwa Program Inpres Jalan Daerah yang akan dilaksanakan secara bertahap akan membantu mengatasi permasalahan infrastruktur yang mendesak.
"Ini menjadi harapan bersama agar pembangunan infrastruktur ini dapat segera terealisasi demi kesejahteraan dan kemajuan wilayah ini,” tutupnya.(RIN)
"Alhamdulillah, pertemuan Gubernur yang memboyong serta para Kepala Daerah se-NTB untuk menemui langsung Menteri PUPR, Basuki Hadilmujono, membuahkan hasil yang menggembirakan,” ungkap Kepala Dinas PUPR, H Ridwan Syah, Dikonfirmasi (15/05).
Diceritakan Dae Iwan, sapaan akrab pria yang disebut sebagai kandidat kuat Calon Bupati Dompu ini, pertemuan Gubernur NTB dan dirinya bersama 10 kepala daerah se NTB dengan Menteri PUPR itu, merupakan langkah positif demi memperbaiki infrastruktur secara keseluruhan di NTB.
"Pertemuan dengan Menteri PUPR ini bertujuan untuk membahas masalah infrastruktur yang dihadapi oleh setiap daerah dan mencari solusi bersama,” imbuhnya.
Menteri PUPR menilai Upaya memboyong para kepala daerah se NTB, merupakan upaya kolaboratif yang diapresiasi."Respon Menteri PUPR sangatlah menggembirakan. Beliau memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur dan Kepala Daerah NTB atas dedikasi mereka dalam membangun infrastruktur,” ulasnya.
Dalam pertemuan tersebut, lanjut Dae Iwan, Menteri PUPR juga mengakui bahwa pembangunan infrastruktur, termasuk jalan, bendungan, jembatan, dan infrastruktur lainnya, membutuhkan biaya yang besar dan proses yang cukup panjang. Belum lagi soal keterbatasan fiskal.
Kendati demikian, Menteri PUPR menegaskan, pihaknya akan membantu daerah-daerah di NTB. Terutama dalam memperbaiki jalan-jalan strategis yang mengalami kerusakan parah.
“Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah melalui implementasi program Inpres Jalan Daerah yang akan dilaksanakan Tahun 2023 dan 2024. Tapi pak Menteri menjelaskan bahwa program ini akan dilaksanakan secara selektif dan bertahap, mengingat luasnya jaringan jalan di seluruh Indonesia,” terangnya.
"Alhamdulillah, berdasarkan hasil yang difinalkan oleh Balai Jalan Nasional Provinsi NTB, untuk periode pertama yang akan turun pada sekitar Mei atau Juni 2023, anggaran yang akan turun sekitar Rp. 425 Milyar,” sambung pria yang dikenal sukses dengan prestasinya sebagai komandan MXGP ini.
Dia pun menyebutkan beberapa ruas jalan provinsi, dengan tingkat kerusakan parah. Diantaranya Kabupaten Bima, seperti ruas jalan Wilamaci-Karumbu dan Karumbu-Sape. kemudian ruas jalan Lembar- Gili Mas, serta ruas jalan yang rusak akibat dampak bencana alam yaitu, Lenanguat-Lunyuk. Ruas jalan tersebut, tahun ini rencananya akan diperbaiki.
Disebutkan pula, yang masih dalam tahapan pengusulan kembali adalah bendungan Mujur, di Kabupaten Lombok Tengah. Sebab, masih harus menyelesaikan urusan pembebasan lahan. Sehingga saat ini belum bisa dieksekusi.
"Begitupun dengan usulan bendungan Dodu untuk pegendali banjir dan sumber air baku di Bima masih akan didalami dulu soal desain dan kelengkapan dokumen-dokumen lainnya,” ujarnya.
Adapula Infrastruktur lainnya yang diusulkan pembangunannya seperti Jembatan Lewa Mori di Bima. Termasuk Jalan lingkar utara Kabupaten Lombok Utara, serta SPAM di Kabupaten Dompu dengan mengambil air baku dari Dam Mila.
"Menteri juga akan memberikan bantuan bronjong untuk mengatasi abrasi dan penguatan tebing sungai di semua kabupaten,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah, menyampaikan apresiasi komitmen Menteri PUPR. Bantuan perbaikan jalan-jalan strategis yang rusak parah, menurutnya akan meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat.
"Kami berharap, dengan semangat kerjasama dan dukungan dari Menteri PUPR, pembangunan infrastruktur di NTB akan mengalami peningkatan yang signifikan," harapnya.
Ditambahkan Gubernur, bahwa Program Inpres Jalan Daerah yang akan dilaksanakan secara bertahap akan membantu mengatasi permasalahan infrastruktur yang mendesak.
"Ini menjadi harapan bersama agar pembangunan infrastruktur ini dapat segera terealisasi demi kesejahteraan dan kemajuan wilayah ini,” tutupnya.(RIN)


0Komentar