Lombok Tengah (postkotantb.com) - Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri pimpin langsung jalannya visitasi atau kunjungan ke rumah-rumah, calon penerima beasiswa Kedokteran dari Yayasan Peduli Yatim Piatu dan Dhuafa Tersenyum Kabupaten Lombok Tengah, Senin (08/5/2023).

Kali ini menyasar rumah calon penerima beasiswa di wilayah Kecamatan Jonggat yang berjumlah 5 titik lokasi. Lokasi tersebut antara lain di Dusun Panti Desa Barejulat, Dusun Bun Rejeng Desa Perina, Dusun Dasan Bengkel Desa Bonjeruk, Desa Batutulis dan Dusun Embung Duduk Desa Labulia.


Lokasi pertama yang dikunjungi adalah rumah Sri Martiningsih Dusun Panti Desa Barejulat yang merupakan Alumni PPS Ulya Baitul Qurro'. Hadir bersama tim visitasi Camat Jonggat Lale Anis Fajriani, Kades Barejulat Selim serta Kepala Dusun setempat.

Camat Jonggat Lale Anis berpesan agar menjawab semua pertanyaan dari Tim Visitasi apa adanya, tidak dibuat-buat atau direkayasa. Dia berharap agar ananda Sri Martiningsih dilancarkan segala urusannya sampai lulus menjadi seorang Dokter. Namun setelah lulus visitasi ini juga masih akan dilakukan test oleh Universitas Mataram, jadi banyak-banyak belajar.

Kemudian terkait kondisi sosial ekonomi, dilanjutkan sesi wawancara terhadap kedua orang tua. Mengacu pada tools berdasarkan Kepmensos RI Nomor 146/HUK/2013 tentang Penetapan Kriteria dan Pendataan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu.

Tim Visitasi sendiri berpesan kepada masyarakat agar tidak ada yang berpikiran negatif. Tim bekerja secara profesional berdasar kondisi riil di lapangan. Dan masyarakat dapat menyaksikan jalannya visitasi melalui siaran live streaming di media sosial Diskominfo Lombok Tengah.

Pada kunjungan kedua di rumah Siti Rukayyah, Dusun Bun Rejeng Desa Perina diketahui merupakan alumni Ponpes Nurul Ilmi Ranggagata. Bupati sayangkan tidak semua Kadus bisa hadir jadi saksi untuk turut sebar informasi bahwa seleksi benar-benar transparan.

" Supaya masyarakat tahu kita tidak tebang pilih, semua sudah ada kriterianya, sehingga tidak boleh ada yang menggugat dikemudian hari," ucap Bupati.


Kunjungan dilanjutkan ke lokasi ketiga ke rumah Mir'atussolehah yang berada di Dusun Dasan Bengkel Desa Bonjeruk alumni MA Al-Aziziyah Putri Kapek Gunung Sari.Turut hadir Kepala Desa Bonjeruk dan Kepala Dusun.

Kepala Desa Bonjeruk mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan mendo’akan agar Miq Pathul panjang umur, dikabulkan apa yang dicita-citakan.

Lebih jelas, Bupati mengurai banyak faktor yang menyebabkan calon peserta bisa tidak lulus. Pertama jika dia ternyata tergolong kaya, tidak diikutkan dalam visitasi rumahnya. Karena sudah ada tim penilai khusus. Kedua, ada 19 calon penerima beasiswa, ini yang akan dilakukan visitasi, melihat lebih dekat seperti apa sih kondisi rumahnya.

"Karena uang ini amanah, berasal dari zakat dan sodaqoh pegawai PNS serta para dermawan lainnya, jadi sasarannya harus tepat," ujar Bupati.

Dari sumber dana tersebut lah Pemerintah berikhtiar sangat ingin melihat peningkatan SDM bidang Kesehatan. Sebab tenaga Dokter masih sangat minim di Loteng. Agar 20 sampai 30 tahun kedepan tidak terjadi kekurangan lagi.

Bupati memandang orang miskin ini banyak yang cerdas, banyak yang pintar, banyak yang punya intelektual yang bagus, tapi tidak punya kesempatan.Maka pemerintah harus hadir memikirkan. Karena dalam Undang-Undang sudah jelas, fakir miskin, anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara.

Bupati yakin, program sekolahkan orang-orang miskin dengan persyaratan penghafal Al-Qur’an 30 Juz, insyaaAllah belum ada ditempat lain.

"Inilah tujuan kami datang, melihat lebih dekat seperti apa sih calon penerima beasiswa kedokteran ini kehidupannya," tambah Bupati.

Selanjutnya, hasil visitasi dari 19 orang akan mengerucut jadi 10 nama. Akan dibimbelkan dulu selama 2 (dua) bulan. Baru diikutkan test di Universitas Mataram.

" 10 nama itu dijamin paling cerdas dan pinter, plus hafal Al-Qur’an 30 Juz, selain itu harus jurusan IPA juga ketentuannya, siapa itu, saya tidak tahu," imbuh Bupati.

Direncanakan, setelah lulus jadi Dokter, Pemkab siapkan pembangunan Klinik.Tanah sudah ada di bypass, disana nanti dia bekerja. Untuk apa? Untuk merawat anak-anak yatim yang begitu banyak di Loteng, orang tua jompo, begitupun janda-janda, harus gratis.


Bupati berharap, semoga anak-anak penghafal Al-Qur’an ini, tumbuh jadi generasi hebat. Mampu merawat orang tuanya dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Untuk lokasi keempat dan kelima akan dilanjutkan Selasa pagi. Berhubung waktu sudah maghrib, setelah itu menuju ke 4 titik lokasi calon penerima beasiswa kedokteran yang berada di wilayah Kecamatan Praya. (Irs)