Bupati Pathul saat sambangi kediaman ida Dusun Johar Desa Jago Kecamatan Praya, kamis (11/5/2023).FOTO: Lalu M. Irsyadi postkotantb.com.


Lombok Tengah (postkotantbcom) - Melanjutkan episode tahapan visitasi calon penerima beasiswa kedokteran  yang merupakan objek ke-17 di Dusun Johar Desa Jago Kecamatan Praya Lombok tengah, kamis (11/5/2023 ) Bupati Pathul Bahri bawa rombongan yang cukup lengkap.

Turut mengiringi, Ketua Yayasan Peduli Yatim, Piatu dan Dhuafa Tersenyum Lalu Firman Wijaya, Ketua tim seleksi dari Baznas, Dandim 1620 Loteng, terlihat juga beberapa pimpinan OPD seperti Kadis Pendidikan, Kalak BPBD, Kadis Kesehatan, pendamping setia PLT Dirut PDAM Tirtha Ardhia Rinjani, begitupun Dirut RSUD Praya. Hadir pula Camat Praya, Kepala Desa Jago, seluruh Kadus, dan disaksikan masyarakat setempat.

Jadi salah satu objek visitasi ke-17, Ida Sulfiana ( 18 Th ) merasa sangat bahagia tak terhingga. Perasaan yang sama juga dilontarkan orang tuanya. Ia berharap mimpi jadi dokter menjadi kenyataan.

"Kalau jadi Dokter itu cita-cita saya sejak kecil sih, tapi masih terpendam, karena fokus mondok saja, jadi penghafal Al-qur'an, lalu tiba-tiba ada informasi kesempatan dapet beasiswa kedokteran buat hafidz pak bupati Pathul, langsung dah disuruh ikut guru saya dan didaftarin, semoga bisa lulus," kata ida.


Sahnan selaku ayah ida, tidak pernah menyangka anaknya bisa tembus 19 besar. Karena dia menyadari berasal dari kalangan keluarga miskin, rumah robek dan sebagai pekerja semeraut. Ia berterimakasih setinggi-tingginya kepada pemerintah Lombok Tengah karena telah peduli terhadap masyarakat kecil.

Menyimak kondisi keluarga ida, bupati Pathul merasa sangat terharu. Itulah sebabnya pemerintah hadir memikirkan. Sebab ternyata terlalu banyak orang yang tergolong miskin, tapi pintar dan cerdas hanya saja mereka tidak punya kesempatan.

"Semoga terhindar dari sifat sombong, mungkin program beasiswa kedokteran ini memang keyaknya belum ada di tempat lain, dan kita lah yang akan mempeloporinya, " cetus bupati.

Terlepas dari itu, proses seleksi benar-benar transparan, tidak ada intervensi dari siapapun. Sehingga bupati menyerahkan sepenuhnya penilaian kepada Tim yang menentukan. Siapa yang layak sesuai kriteria. Agar tidak ada protes dari pihak manapun dan terhindar dari asumsi negatif. Ujar bupati.

Bupati menegaskan, segala biaya ditanggung alias gratis, penerima beasiswa hanya taunya sekolah sampai wisuda. setelah dibimbel baru kemudian di daftarkan ke Fakultas Kedokteran Unram.

" Nanti setelah resmi jadi dokter, kita akan buatkan fakta integritas akan gratiskan seluruh anak yatim, pakir miskin, jompo, dan janda berobat," janjinya.

Mengenai asal pembiayaan, hampir di tiap momen visitasi bupati selalu mengungkapkan dana beasiswa berasal dari zakat ASN, yang dikelola Baznas Loteng sebesar 1,2 milyar, dimana sebelumnya selalu dibagi-bagi ke anak anak yatim setiap peringatan rahman dan rahim day, kini dialihkan ke program ini setiap tahun. Ditambah serapan sadaqoh yang tengah berjalan selama 8 bulan telah terkumpul 887 juta rupiah.

" Kepengurusan yayasan bersifat fleksibel dan estapet, sehingga program ini akan terus berkelanjutan siapapun bupatinya," tegas bupati.

Bupati berharap semua elemen mendukung, sebagai investasi nyata demi kemajuan kesehatan Lombok Tengah di masa yang akan datang untuk menjamin kehidupan anak cucu. Tandasnya. (Irs)