Lombok Barat, (postkotantb.com) — Pondok Pesantren Al-Mujahiddin Tempos resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kesetaraan pendidikan dengan Al-Azhar Asy’arif. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, sejak Sabtu hingga mencapai puncaknya pada Ahad, (27/04/2026).
Ribuan jamaah memadati lokasi acara dan turut memeriahkan rangkaian kegiatan yang diisi dengan beragam penampilan santri, mulai dari kesenian Islami hingga unjuk bakat. Antusiasme masyarakat menjadi cerminan kuatnya dukungan terhadap kerja sama pendidikan bertaraf internasional tersebut.
Melalui kerja sama ini, alumni Ponpes Al-Mujahiddin Tempos memperoleh kemudahan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Al-Azhar. Salah satu poin utama dalam kesepakatan adalah pemberian akses langsung bagi alumni untuk melanjutkan studi, baik ke perguruan tinggi maupun ma’had, tanpa melalui proses seleksi tes.
Dalam sambutannya, perwakilan Al-Azhar Asy’arif, Ahmad Abdul Azhim menjelaskan, bahwa kerja sama ini juga membuka peluang bagi pondok pesantren lain untuk bergabung melalui fasilitasi lembaga Markas Logoh Abnaul Azhar.
“Alumni Pondok Pesantren Al-Mujahiddin Tempos memiliki keistimewaan karena dapat langsung diterima melanjutkan studi. Hal ini dikarenakan ijazah mereka ditandatangani langsung oleh Grand Syekh Al-Azhar, Ahmad Thayyib,” ungkapnya.
Selain penandatanganan MoU, rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai agenda keagamaan di lingkungan pesantren. Tradisi sunnatan hasanah turut digelar melalui pemberian penghargaan (reward) kepada santri dan guru sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi mereka. Sehari sebelumnya, kegiatan sepeda santai juga dilaksanakan yang melibatkan seluruh santri bersama masyarakat sekitar.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Pembina Ponpes Al-Mujahiddin, A. Marzaini, didampingi putranya M. Syarfi Iqbal serta M. Zainuddin Abdul Hafiz. Kehadiran perwakilan Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, serta tokoh agama dan masyarakat turut menambah kekhidmatan acara.
Menjelang penutupan acara, pihak pesantren juga mengumumkan adanya donasi wakaf dari Mustajab Hakim berupa tanah seluas 10.000 meter persegi (1 hektare) yang akan dimanfaatkan untuk perluasan kawasan pondok pesantren.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat jaringan pendidikan pesantren sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan di lembaga internasional, khususnya Al-Azhar di Mesir.
Pewarta: Ramli


0Komentar