Wahyu AprionoGM Pelindo Pelabuhan Lembar, Lombok Barat (Lobar). FOTO:IST/IWAN SOPIANDI POSTKOTANTB.COM BIRO LOBAR.


Lombok Barat (postkotantb.com) - General Manager (GM) Pelindo, Pelabuhan Lembar, Kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar), Wahyu Apriono mengatakan, belum dapat memastikan jumlah truk pengangkut sapi yang menumpuk di Pelabuhan Gili Mas yang sudah terangkut ke Pulau Jawa. Namun, dari pantauan pihaknya pada Senin (29/5), hanya tinggal satu truk pengangkut sapi yang belum berangkat karena terkendala biaya.

''Kami belum sempat rekap lagi, karena ini masih menjadi ranah pengangkut yakni PT ALP. Mungkin beberapa jam ke depan, kami dapat pastikan berapa yang sudah terangkut per hari ini (Senin kemarin, red),'' kata Wahyu pada wartawan di ruang kerjanya.

Berkait dengan penumpukan truk-truk pengangkut sapi sampai dengan beberapa minggu kemarin, pihaknya menyarankan; harus ada alternatif kapal khusus pengangkut sapi dan harus ada koordinasi yang lebih intensif lagi dengan instansi-instansi terkait.

''Mulai dari daerah asal (Pulau Sumbawa) sampai dengan Pelabuhan Gili Mas,'' terangnya.

Terkait saran pertama yang disampaikan Wahyu, dia mengaku kapal khusus pengangkut sapi, biayanya cukup mahal, sebab harus didatangkan dari luar negeri. Tetapi, untuk menghindari terjadinya penumpukan, kapal itu sangat diperlukan.

Namun, lanjutnya, jika pemerintah masih tetap akan menggunakan pelayanan dari PT ALP, pihaknya mengusulkan harus ada kerjasama antara dinas terkait dengan perusahaan pelayaran. Karena pihak pelabuhan hanya menyediakan pelayanan angkutan barang dan penumpang.


''Sehingga dinas terkait harus kerjasama dengan pihak pelayaran dalam rangka memastikan ketersediaan ruang untuk truk dan sapi,'' ungkapnya.

Wahyu menambahkan, untuk menghindari terjadinya penumpukan truk lagi, ke depan jika pemerintah masih memilih kapal pengangkut yang digunakan untuk mengangkut logistik dan penumpang, setidaknya pemerintah menyediakan wilayah kantong pendukung agar sapi yang akan masuk ke pelabuhan betul-betul sapi yang akan dikirim ke Pulau Jawa.

''Artinya kapalnya sudah tersedia. Semisal kemampuannya 50 ekor, ya yang 50 itu yang masuk ke pelabuhan. Atau misalnya yang datang 100 ekor, 50 ekor masuk pelabuhan, sisanya ditempatkan di kantong wilayah itu,'' pungkasnya. (wan)