![]() |
| Jelang MXGP 2023 di NTB, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, minta pelaku UMKM belum berizin, segera urus izin usahanya. |
Mataram (postkotantb.com)- Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi NTB menyayangkan, masih adanya UMKM khususnya pelaku home industri, yang belum mengurus izin usahanya. Hal ini mengingat event Motorcross Grand Prixe (MXGP) 2023 di NTB, yang dijadwalkan Juni mendatang.
Event MXGP ini bakal terselenggara di dua tempat. Yakni Eks Bandara Selaparang, Kota Mataram dan Samota, Sumbawa.
"Bagi home industri yang belum punya izin, segera urus izin usahanya. Event MXGP ini kan sebentar lagi," ungkap Kepala Disdag NTB, Baiq Nelly Yuniarti diruangannya, Rabu (10/05).
Ada beberapa pertimbangan yang menjadi tolak ukur Pemerintah Provinsi NTB. Salah satunya soal pergerakan ekonomi lokal. Dengan semakin banyaknya UMKM yang terlibat, menurutnya, pergerakan ekonomi akan semakin kuat dibanding hari-hari biasa.
Ini tentunya sebagai bukti, adanya peningkatan pendapatan masyarakat lokal, selama event berlangsung. "Semakin banyak UMKM yang terlibat, masyarakat akan lebih merasakan Multiplier Effect dari adanya event intetnasional MXGP," imbuhnya.
Selanjutnya berkaitan dengan jaminan kualitas produk UMKM. Jika sudah berizin, kata Nelly, maka produk terutama yang berupa barang konsumsi, dapat dipertanggungjawabkan di hadapan pembeli.
"Nanti kalau ada apa-apa, pertanggungjawabkan ya ada. Soalnya sudah punya legalitas," terangnya.
Di sisi lain, pihaknya juga membuka ruang untuk UMKM di luar daerah tempat diadakannya MXGP. Semisal saja di eks bandara Selaparang. Dia berharap, tidak hanya pelaku UMKM di daerah Kota Mataram yang menempati stand perdagangan.
"Inilah yang menjadi PR kita ke depan. Kalau di Sumbawa sudah klir ya, karena sirkuitnya sudah jadi. Tinggal di evaluasi saja mulai dari event MXGP sebelumnya," ujarnya.
"Sementara ini, lay out di eks bandara sudah kami dapatkan. Tinggal menunggu sirkuit MXGP jadi, supaya bisa dihitung, berapa kapasitasnya, untuk disesuaikan dengan jumlah UMKM yang terdaftar di Disdag," jelasnya.(RIN)


0Komentar