Lombok Barat (postkotantb.com) - Pemkab Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Pariwisata akan menggelar festival musik berskala nasional yakni Senggigi Sunset Jazz (SSJ) 2023. SSJ akan dimeriahkan sederet artis-artis ibu kota seperti Kahitna, Melly Goeslaw, Nadin Hamizah, Pradikta Wicaksono, Namone Sarre, Mus Mujiono, Diskoria Selekta, Gita KDI dan Suradipa Project.

Event Organizer (EO) SSJ 2023, Nety Rusia mengatakan, konsep digelarnya SSJ tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya yakni menghadirkan antraksi wisata buatan terbaik di Lombok, mendorong kebangkitan dunia pariwisata dalam tatanan kehidupan baru dan selanjutnya sebagai promosi potensi wisata dan investor datang ke Lobar.

''SSJ 2023 ini merupakan tahun kelima diadakan setelah tahun 2017, 2018, 2019 dan 2022 sukses dan mampu menyedot puluhan ribu pengunjung,'' kata Nety, Kamis (25/5/2023).


Lanjutnya, pihaknya masih merasa bersemangat untuk membangkitkan kembali kejayaan Pariwisata Senggigi. Sebab, Senggigi tidak hanya dikenal secara nasional tapi internasional.

SSJ tahun ini, jelas dia, akan digelar pada 20 Agustus 2023 mendatang di Kawasan Pantai Kerandangan dengan konsep panggung Jazz Pantai. Tidak hanya konser musik Jazz saja, tapi akan ada bazar dan kuliner dari IKM dan UKM dan bersih pantai.

"Yang kita tunjukan tahun ini sama seperti tahun kemarin yakni Jazz Pantai Pertama dan Jazz Pantai Terbesar di Indonesia. Kita tahu Jazz pertama dan menjadi induk Jazz di Indonesia adalah Java Jazz. Kemudian ada Candi Prambanan Jazz, selanjutnya Jazz Gunung di Bromo dan Jazz Ijen yang diadakan di hotel. Dan, Jazz pantai ini kita masih komunikasikan menjadi Jazz Pantai pertama di Indonesia dan adanya di Lobar," tutupnya.

Sementara itu, Bupati Lobar, H Fauzan Khalid menyambut baik event Festival SSJ 2023 yang akan digelar Agustus mendatang.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf karena dua event yang ditetapkan masuk sebagai Event Nusantara yakni SSJ dan Perang Topat Pujawali Lingsar," ujarnya saat Ekspose Senggigi Sunset Jazz 2023 di Ruang Jayengrana, Kantor Bupati setempat.

Bupati dua periode itu meminta agar masukan dari penyelenggara dijadikan sebagai catatan yang harus ditindaklanjuti.


"Untuk gladiresik di lapangan, saya minta Asisten segera dilakukan. Bila perlu gladinya tidak hanya dalam konteks pertunjukannya saja, melainkan gladi tempat parkir, gladi tempat para penonton sholat dan semuanya digladi," pintanya.

''Soalnya ini juga akan mempengaruhi para penonton untuk hadir menonton,'' tandas Bupati. (Wan).