Bupati Lombok Barat H.Fauzan Khalid membuka acara Rembuk  Stunting Tingkat Kabupaten Lombok Barat  Tahun 2023 secara resmi.


Lombok Barat (postkotantb.com) - Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid membuka acara Rembuk  Stunting Tingkat Kabupaten Lombok Barat  Tahun 2023 secara resmi. Acara tersebut dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama percepayan penurunan stunting secara simbolis di Aula Kantor Bupati Lobar, Selasa (27/6/2023). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua PKK Lobar Hj. Khaeratun, Ketua DWP Lobar Hj. Erni Zuhara, Kepala OPD Lingkup Pemkab Lobar, Kepala Puskesmas, dan Perangkat Desa Se-Kabupaten Lobar.

Kegiatan Rembug Stunting dilaksanakan dalam rangka mendukung upaya percepatan, pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Lobar. Rembug Stunting merupakan langkah penting untuk memastikan pelaksanaan dan penurunan stunting yang dilakukan secara bersama-sama antar OPD penanggungjawab layanan dengan semua unsur/Lembaga non pemerintah dan masyarakat.


Bupati Lobar H.Fauzan Khalid dalam arahannya menyapaikan ikhtiar Pemkab Lombok Barat untuk menurunkan angka stunting terus dilakukan. Meski tahun ini Lobar sudah berhasil menekan angka stunting dan melampaui target nasional yaitu 14 persen tahun 2024. Sementara Lobar sendiri saat ini sudah diangka 13,63 persenpada penimbangan bulan Februari tahun 2023. Meski demikian Pemkab Lobar terus optimis menekan angka percepatan penurunan stunting hingga satu digit angka yakni 8 persen. "Kita harus optimis tahun 2024 angka stunting di Lobar dapat ditekan menjadi satu digit saja”, ujarnya.

Bupati H.Fauzan Khalid menyampaikan tercapainya target tersebut tidak lepas dari kerjasama, kolaborasi, koordinasi dan semangat para kader yang selalu gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kader menjadi garda terdepan dalam pengentasan stunting. "Semoga dalam kegiatan rembug ini dapat bermanfaat dan mendapatkan ide serta gagasan yang mampu mendukung percepatan penurunan stunting ", tuturnya.


Disisi lain H. Fauzan Khalid yang dikenal dengan gerak cepat dan semangat kolaborasi ini mengatakan, untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan gratis secara merata ia menyarankan kepada Pemdes supaya menyisihkan sebagian kecil ADD/desa. Dengan demikian dalam satu tahun setiap desa sudah membantu meringankan beban masyarakat dan pemerintah sekitar 6.000 orang bisa tercover oleh BPJS kesehatan.
"Jika 1 Desa mengcover 6.000 orang, InsyaAllah sisa dari 37.000 atau target 95 persen masyarakat tercover BPJS terselesaikan", harapnya.

Lebih lanjut Bupati H. Fauzan Khalid juga menargetkan sebanyak 95 persen masyarakat Lobar supaya bisa tercover oleh BPJS kesehatan. Karena berdasarkan data saat ini sebanya 91 persen masyarakat Lobar sudah tercover BPJS. Sedangkan 4 persen atau sebanyak 37.000 orang sisanya itu harus betul-betul diupayakan.

Sementara itu Kepala Dikes Lobar yang diwakili oleh Sekretaris Dikes Lobar dalam laporannya menyampaikan pentingnya mencegah stunting ialah demi masa depan anak bangsa. Karena stunting berdampak pada kualitas hidup seseorang kedepannya. Jika tidak dicegah sedini mungkin dikhawatirkan akan beresiko jangka panjang seperti kemampuan berfikir yang rendah dan rentan terkena penyakit. "Mari cegah stunting sedini mungkin demi masa depan anak bangsa", jelasnya.


Saat ini penanganan stunting sudah menjadi kebijakan nasional sejak tahun 2017 lalu, agar semua lapisan masyarakat mulai dari tingkat desa berkonsentrasi untuk sama-sama gencar percepatan penurunan stunting. (Wan).