Ayunan S.Pd, M.Pd Kepala Desa Lendang Are Kopang Lombok Tengah.FOTO IST/LALU M IRSYADI POSTKOTANTB.COM BIRO LOTENG.
Lombok tengah, (postkotantb.com)- Dalam rangka lestarikan budaya warisan para pendahulu, Pemerintah Desa Lendang Are Kecamatan Kopang Lombok tengah selenggarakan festival Bettulak. Budaya bettulak telah lama mati suri. Menurut sumber informasi dari para tetua, Bettulak terakhir diadakan pada tahun 1971 silam.
Demikian keterangan Ayunan, S.Pd, M.Pd Kepala Desa Lendang Are kepada postkotantb.com, selasa (26/6/2023). Ia menjelaskan tradisi Bettulak adalah sebuah kegiatan untuk menolak balak.
Tampak prosesi pembuatan goah pangan Lendang Are selama 24 jam
Bettulak ini dapat digelar atas tindak lanjut kerjasama Pemda Loteng dengan Universitas Pendidikan Mataram (Undikma) sebagai hasil observasi kebudayan disemua Desa. Dan memilih Lendang Are atas pertimbangan sebagai Desa wisata rintisan yang perlu dikembangkan dengan potensi khasnya dibidang kebudayaan.
"Selain bettulak, akan ada sederet even lain juga sepeti goah pangan," ujarnya.
Rangkaian acara, ditampilkan pula pembuatan produk pangan khusus olahan tradisional Lendang are yang sangat unik dan khas. Yang membuat berbeda, makanan ini merupakan peninggalan. Proses pembuatan cukup panjang makan waktu 24 jam. Bahan bakarnya pakai bambu aur bertumpu jangkih tanah, tanpa bahan pengawet, mampu bertahan lama sampai hitungan tahun.
" Dulu, pangan lendang are ini makanan wajib yang dibawa jamaah haji jadi bekal tempuh perjalanan panjang sampai 6 bulan tiba di Makkah lewat jalur darat," paparnya.
Dipilih tanggal 9 Zulhijjah untuk laksanakan budaya Bettulak berkenaan dengan wukuf di Arafah. Dan Kebetulan tempat wisata di Desa sedang terserang balak wereng. Jadi sekalian hajatkan do'a untuk kebaikan Desa dan mengirimkan do'a kepada jamaah haji yang sedang di Makkah agar tetap sehat, selamat, dan mendapat predikat mabrur.
Diharap, sinergi dengan Pemda Loteng, Dinas Pariwisata, Diskominfotik, Go Mandalika, dan Undikma dapat menghasilkan capaian yang maksimal. Berdampak pada kemajuan bersama, mampu berdayakan masyarakat, dan meningkatkan PADes.
" Terimakasih kepada semua pihak yang membantu memboomingkan dan promosikan budaya di Desa Lendang Are," tuturnya.
Dikabarkan, acara berlangsung selama 2 hari 2 malam. Mulai Senin-Rabu tanggal 26-28 juni 2023. Akan dihadiri bupati HL.Pathul Bahri beri sambutan dan membuka acara secara resmi. Dirangkai dengan pentas tari tradisional, Drama Jayengrane, Pepaosan lontar dan pembacaan albarzanji. (Irs).



0Komentar