![]() |
| Dok RIN. |
Mataram (postkotantb.com)- Sekolah Luar Biasa (SLB) di Provinsi NTB kian menunjukan perkembangan yang cukup pesat, baik dari sisi karakter hingga memproduksi serta memasarkan barang hasil kreasinya. Seperti halnya Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SLB tingkat provinsi pekan lalu.
Di mana selama perlombaan berlangsung, tim panitia menyiapkan rangkaian event Salah satunya Karnaval budaya. Event ini dihadiri lebih dari 30 ribu peserta. Termasuk juga para siswa dari masing-masing SLB se NTB, turut memeriahkan kirab budaya tersebut.
Ada pula panggung ekspresi. Event ini dimanfaatkan untuk siswa masing-masing SLB sebagai panggung berekspresi. Apalagi saat penutupan LKS SMK/SLB, siswa perwakilan masing-masing SLB menunjukan kebolehannya di depan para pejabat dan ribuan peserta.
"Khusus SLB, pola pendidikannya lebih fokus terhadap keterampilan para siswa. Sehingga berkembang," ungkap Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus Dikbud NTB, Hj Eva Sofia Sari, belum lama ini.
Belum lagi event Expo Produk SMA/SMK/ SLB. Di event ini, beberapa produk hasil kreasi SLB yang ditampilkan, banyak peminatnya
"Harapannya, bagi siswa SLB yang sudah lulus, namun tidak melanjutkan studinya ke perguruan tinggi, mereka bisa membangun usaha mandiri," harapnya.
Sebagai informasi, dalam LKS tingkat provinsi tahun ini, ada sembilan SLB yang meraih juara 1. Diantaranya SLB Negeri 1 Mataram pada Lomba Membaca, SLB Negeri 1 Lombok Barat pada Lomba Kriya Kayu dan Lomba Kecantikan.
Sedangkan SLB Negeri 1 Lombok Timur memenangkan empat mata lomba. Yakni Hantaran, Merangkai Bunga, Lomba Kreasi Barang Bekas, dan Lomba Menjahit. Kemudian SLB Negeri 2 Mataram pada Lomba TIK, dan SLB Negeri 1 Sumbawa pada Lomba Tata Boga.
"Tingkat nasional, juara 1 dan 2. Yang juara dua kita cadangkan Khawatirnya, kalau yang juara 1 berhalangan bisa l, kita urus yg juara dua. Setelah ini yang juara 1 dan 2 akan tetap lanjut latihan," terangnya.
Terpisah, Kepala Dikbud Provinsi NTB, H Aidy Furqon menjelaskan, mekanisme pembelajaran siswa SLB saat ini, menggunakan strategi SLB Vokasi.
"Jadi kalau memang anak SLB yang kreatif dan berani Tampil, itu memang sudah dibentuk dibuat kondisi pembelajaran dan layanan di sekolah itu untuk anak agar bisa mandiri," ujarnya.
Sementara ini, kata Aidy Furqon, pihaknya belum bisa memastikan, seperti apa gambaran lomba di tingkat nasional ini. Yang pastinya, Dikbud berupaya melakukan penyesuaian terhadap pola LKS di pusat.
"Info sementara lokasi lombanya di Tanggerang. Tapi nanti akan ada surat resmi dari kementerian. Karena kadang-kadang, lokasi perlombaan bisa saja bergeser. Ditunggu saja lokasi perlombaannya dari kementerian," tutupnya.(RIN)


0Komentar