![]() |
| Pembukaan Rakor BGP Provinsi NTB yang diselenggarakan di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Senin (12/06) malam, Kepala Dikbud NTB turut hadir sebagai narasumber. |
Mataram (postkotantb.com) - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H Aidy Furqon, kembali dilibatkan sebagai salah satu narasumber dalam rapat koordinasi (Rakor) tentang implementasi Kurikulum Merdeka, di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Senin (12/06).
Rakor ini diinisiasi Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi NTB dan diselenggarakan selama empat hari. Selain sebagai narasumber, kehadiran Dikbud NTB dalam rakor ini juga sebagai tuan rumah, untuk menyampaikan sejumlah pengalaman praktik-praktik Kurikulum tersebut. Baik di tingkat SMA, SMP, maupun SD sederajat.
"Sebagai tuan rumah, NTB akan memberikan pengalaman praktik baik dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka," ungkap Aidy Furqon di sela-sela pembukaan rakor tersebut.
Dijelaskan bahwa praktik-praktik Kurikulum Merdeka, menjadi acuan model untuk Indonesia. Dengan keberagaman yang muncul, setiap provinsi akan menghasilkan replikasi-replikasi implementasi kurikulum tersebut.
NTB sendiri, lanjut Aidy Furqon, sudah menerapkan pola-pola pembelajaran Kurikulum Merdeka melalui sejumlah kebijakan program dinas, jauh sebelum kurikulum itu diluncurkan pemerintah pusat. Program yang dimaksud antara lain, Sabtu Budaya, Teaching Factory, serta program lainnya.
"Pada dasarnya jauh sebelum diluncurkan Kurikulum Merdeka, Tanggal 11 Februari 2022, kita sudah memulai pola-pola pembelajaran itu melalui kebijakan kebijakan. Hal ini dimulai mulai dari pelaksana penggerak dan sekolah penggerak. sekarang dengan implementasi pelaksana mandiri," ulasnya.
Sementara itu, Kepala BGP Provinsi NTB, Suka, menambahkan, tujuan rakor tersebut dalam rangka memperkuat pelaksanan implementasi kurikulum merdeka. Menurut Suka, Kurikulum Merdeka Belajar bukanlah hal yang wajib, melainkan pilihan yang harus dikawal dengan maksimal.
"Kurikulum ini adalah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan NTB, khususnya Kabupaten Lombok Timur, yang akan dijadikan pilot project pelaksanaan program Implementasi Kurikulum Merdeka, Literasi Dasar dan Pendidikan Inklusif," jelasnya.
Selain Aidy Furqon, turut hadir sebagai narasumber dalam rakor tersebut, Sekda NTB, H. Lalu Gita Ariadi, Direktur Guru Pendidikan Dasar Ditjen GTK, Rachmadi Widdiharto, Perencana Ahli Madya Ditjen GTK Koordinator Pokja IKM, Medira Ferayanti, serta para hadirin lainnya. (RIN)


0Komentar