![]() |
| Ketua Lajuyapi Indonesia, H Ahmad Rusni, mendokumentasikan kedatangan rombongan PERSIJA di ruang kerjanya, Jumat (02/06) sore. |
Mataram (postkotantb.com)- Suasana istirahat Developer nyentrik, H Ahmad Rusni, diruang kerjanya seketika buyar dengan kedatangan Persatuan Pemberdayaan dan Pelatihan Janda (PERSIJA), Lombok Tengah, Jumat (02/06) sore.
PERSIJA mendatangi owner Arus Foundation Dasar Grup itu, karena mengetahui tingginya kepedulian terhadap lingkungan sosial. Terlebih lagi, pria yang bergelar Doktor ini, mengemban amanah sebagai Ketua Umum Lanjut Usia dan Yatim Piatu (Lajuyapi) Indonesia.
Kedatangan rombongan PERSIJA yang rata-rata masih berusia muda, disambut hangat Doktor Ahmad Rusni, sapaan akrabnya, bersama para staf Lajuyapi. Pada kesempatan tersebut, Ketua PERSIJA, Fauzan Aridi curhat dengan rinci terkait permasalahan yang membelit kaum hawa berstatus janda, umumnya di Lombok Tengah.
Salah satunya, peluang kerja yang terhitung masih minim, tidak sebanding dengan tingkat kebutuhan ekonomi rumah yang kian meningkat. Tahun 2021, kata Fauzan, jumlah perempuan menjanda di Lombok Tengah mencapai 1500 orang. Di desanya yakni Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, jumlah janda ada sekitar 73 orang.
Ini menjadi salah satu penyebab naiknya angka pengangguran. "Belum lagi kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Ini yang menyebabkan janda-janda di Lombok Tengah terkadang memilih jalan pintas," keluh Fauzan.
Persoalan ini menimbulkan kekhawatiran di lingkungan sosial masyarakat. Karenanya, Fauzan berharap, melalui Gerakan Kebangkitan (Gerbang) Umat, PERSIJA bisa mendapatkan solusi.
"Ada tiga item yang akan kami fokuskan untuk pemberdayaan perempuan. Diantaranya Perdagangan, jasa Loundry serta salon Kecantikan dan tata rias," sebutnya.
"Sudah banyak perempuan janda yang kami ajak bicara. Alasan mereka, kalau nggak seperti itu, bagaimana mau cari nafkah," ujarnya.
Doktor Ahmad Rusni mengapresiasi kepedulian para pemuda, terhadap nasib para janda di Lombok Tengah. Dirinya berkomitmen akan membantu para perempuan janda, dalam bentuk pemberian modal usaha.
"Nanti kita akan bekali mereka dengan modal usaha. Supaya mereka bisa mencari nafkah secara mandiri," ujarnya.
Permodalan yang dimaksud, nantinya menggunakan konsep bagi hasil. Selain usaha mandiri, pihaknya juga menawarkan solusi lainnya. Seperti di sektor pertanian dan perkebunan. "Insha Allah nanti kita akan bina mereka," tutupnya.(RIN)


0Komentar