Mataram (postkotantb.com)- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB, menggelar sosialisasi program 'Desa Peduli Penyiaran' di Hotel Lombok Raya Kota Mataram, Senin (19/06).
Program ini merupakan terobosan baru KPID NTB dan menjadi yang pertama kali di Indonesia, dalam rangka melaksanakan fungsi-fungsi pengawasan, terhadap program-program penyiaran, khususnya di NTB.
Sosialisasi ini, turut melibatkan 170 kepala desa, ditambah puluhan lembaga penyiaran, para BEM masing-masing perguruan tinggi, para pakar, Dinas Kominfotik NTB dan Dinas Kominfo dari 10 kabupaten kota se NTB.
Dalam sambutannya, Ketua KPID NTB, Ajeng Roslinda Motimori menuturkan, program ini dibuat mengingat fungsi pengawasan terhadap penyiaran, tidak mampu dilakukan oleh KPID beserta pemantau yang sudah ditempatkan di seluruh kabupaten kota se NTB.
Terlebih lagi, di era digitalisasi dan peralihan analog ke digital, yang akan melahirkan banyak lembaga-lembaga yang baru ke depannya, sehingga dibutuhkan keterlibatan masyarakat, sebagai pengawas partisipan, di wilayah pedesaan.
"KPID Mengeluarkan desa peduli penyiaran ini yang pertama di Indonesia. Ini secara data base, semua harus di mulai dari langkah pertama," ungkapnya.
Menurutnya, program ini sangat penting, karena menjadi langkah preventif, untuk membekali masyarakat desa dengan siaran sehat. "Transformasi lembaga penyiaran ke media digital, perlu pengawasan dan pemanfataan yang benar," tegasnya.
Pihaknya berharap program ini dapat menciptakan kolaborasi yang saling menguntungkan. Di sisi lain KPID NTB meminta agar para kepala desa, intens menyiarkan potensi dan program unggulannya desanya, melalui lembaga penyiaran yang ada di NTB.
Dalam kesempatan tersebut, Ajeng juga menginformasikan, bahwa tahun 2023, semua lembaga penyiaran akan mendapatkan anggaran DBHCHT yang akan diberikan melalui Dinas Kominfotik NTB.
"Jadi kami bersama Pemerintah Provinsi NTB, tengah mempersiapkan untuk meluncurkan anggaran untuk di titip di seluruh lembaga penyiaran," bebernya.
Sebaliknya, dirinya menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendorong kesuksesan program tersebut.
"Ucapan terima kasih kepada tim penyusun pedoman desa peduli penyiaran serta Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Ami, sebagai Ketua Tim, sekaligus Prof H Kadri sebagai Pakar Komunikasi, Dr. Sapoan sebagai pakar Legal Transting, Zaenal Safari selaku Praktisi Lembaga Penyiaran, serta segenap komisioner KPID dan jajarannya," ucap Ajeng.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Ami dalam sambutannya menceritakan, bahwa enam tahun lalu, dirinya sempat menjabat Ketua KPID NTB. Namun ternyata, program KPID NTB saat ini, lebih peduli terhadap penyiaran.
Terlebih lagi, kepala desa merupakan pembina pertama lembaga-lembaga penyiaran di pedesaan. "Itu sebabnya menarik benang merah dari sosialisasi ini, dapat mempertemukan beberapa pihak terkait dengan seluruh lembaga penyiaran, pendidikan kampus dan proadcaster serta dinas-dinas terkait," urainya.
Hal Ini pun, lanjut Najam, selaras dengan semangat Gubernur NTB. Dimana dari awal memimpin, Gubernur kerap datang ke kampung-kampung menyapa masyarakatnya NTB, Sampai-sampai harus menginap dari Pulau Bajo di ujung timur NTB.
Gubernur NTB ulas Najam, melihat betapa banyak potensi desa yang apabila tidak disiarkan secara luas, maka hanya diketahui segelintir masyarakat saja.
"Lembaga penyiaran yg ditempat kepala desa harus diajak kolaborasi, bersinergi, harus dimanfaatkan supaya bisa mensyiarkan potensi desa untuk kemajuan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi di tataran pedesaan," katanya.
Najam berpesan agar berita-berita kurang menyenangkan di wilayah pedesaan, harus dapat dikelola menjadi informasi dan berita terbaik, dari siaran-siaran yang ditayangkan di lembaga penyiaran masing-masing desa. Ini demi mengembangkan potensi yang ada di desa masing-masing.
"Kepala desa harus berteman akrab dengan lembaga penyiaran. Jangan sampai nanti ada informasi yang disiarkan, tidak diketahui oleh para kepala desa," pesan Najam.
"Kami menyambut baik trobosan yang diinisiasi KPID NTB, mudah-mudahan ini menjadi langkah inovasi dan menjadi cerminan KPID di seluruh Indonesia. Atas nama Gubernur NTB, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada KPID NTB," tutupnya.(RIN)
KPID NTB Undang Para Kepala Desa, Sosialisasikan Terobosan 'Desa Peduli Penyiaran'
Redaksi PostKotaNTB
Font size:
12px
Baca juga:


0Komentar