Abdul Rafiq.SH Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa.
Sumbawa Besar (postkotantb.com) - Pada mulanya, Pemkab Sumbawa mengusulkan uang pinjaman sebesar Rp 100 miliar, tapi yang disetujui Rp 55 miliar.
Pinjaman itu untuk melunasi pembelian lahan di kawasan Samota, yang kini menjadi Sirkuit Samota.
Pinjaman sebesar Rp 55 miliar ini, atas persetujuan bersama dengan DPRD Sumbawa. Tapi kemudian DPRD mempertanyakan efektifitas penggunaannya.
“Terkait pinjaman yang telah kita setujui bersama, sebesar Rp 55 miliar itu. Dan ini dihabiskan untuk membeli lahan Samota Rp 52,6 miliar dan Rp 2,4 milliar untuk pemagaran lahan. Itu kami pertanyakan kenapa dihabiskan semua kepada pembelian lahan. Kenapa tidak mengembangkan juga kawasan-kawasan di Samota yang lainnya,” ungkap Ketua DPRD Sumbawa Abdul Rafiq.
Diungkapkan Rafiq, Dewan menyetujui pinjaman tersebut sebelumnya, agar dapat mengembangkan kawasan Samota yang lainnya.
“Itu tadi yang dipertanyakan teman-teman yang mengemuka dalam rapat,” jelasnya.
Selain itu, dalam repat tersebut, DPRD Sumbawa juga memberikan koreksi, evaluasi dan masukkan terhadap pelaksanaan MXGP. “Jangan sampai kita melaksanakan event berskala internasional tapi jalan di tempat. Ini gak bagus ini,” Ujar Rafiq.
Sehingga DPRD Sumbawa meminta pemerintah daerah untuk memiliki rencana bisnis yang besar, dan prestisius. Dengan demikian, kata Rafiq, pemerintah daerah tidak terlalu lama menunggu kembalinya pinjaman yang telah diberikan.
“Menurut teman-teman eksekutif, akan ada factor-faktor ikutan dari MXGP. Tapi kita kan tidak bisa menjamin sampai kapan akan ada MXGP ini. Artinya kalau MXGP tidak bisa dilaksankan, akan jadi apa dong kawasan itu nanti,” ucapnya.
Untuk itu, momentum MXGP didorong sebagai momentum untuk meningkatkan pendapatan daerah. Ada pertanyaan juga dari teman-teman Dewan, "ini kan lahan pemda, swasta gunakan lahan pemda. Apakah ada regulasi yang melarang kita melakukan Kerjasama dengan pihak swasta. Kenapa tidak dengan sirkuit samota itu kita jadikan posisi tawar untuk memberikan penawaran kepada penyelenggara. Ini lo, kita punya sirkuit yang bagus. Kalau you mau gunakan sirkuit ini, berapa dong untuk daerah. Lakukanlah kerjasama, dalam bentuk Perbup, Perda, silahkan digodok,” jelasnya. (GJI-NTB)


0Komentar