Dok RIN.

Lombok Timur (postkotantb.com)- Pembukaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) serta Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Provinsi NTB Tahun 2023, di Lapangan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Senin (05/06) sangat meriah.


Sebab kali ini tidak hanya sekedar pawai keliling. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB melalui panitia penyelenggara, mengemasnya dengan event Karnaval Budaya.


Hampir semua peserta karnaval, mengenakan busana tradisional. Belum lagi atraksi budaya dengan iringan musik tradisional. Beberapa sekolah, juga menyertakan atraksi drum band. Riuh tepuk tangan masyarakat yang menyaksikan langsung, kian meramaikan suasana karnaval.


Turut hadir dalam kesempatan tersebut,  Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy, bersama seluruh jajarannya, tokoh Adat, serta para kepala sekolah seNTB. Sedangkan jumlah peserta yang hadir, sebanyak 30 ribu orang.


"Peserta yang hadir terdiri dari siswa-siswi, kepala sekolah, dan official. Kemudian ada lagi penggembira," ungkap Kepala Dikbud NTB, H Aidy Furqon, usai membuka secara resmi karnaval tersebut.


Diakui dia, karnaval ini diselenggarakan, karena sampai saat ini, NTB masuk di urutan kelima besar secara nasional, dalam Indeks Kemajuan kebudayaan. Setelah Djogja, Bali, Bengkulu dan Jawa Tengah. Selain itu, Karnaval Budaya sebagai bagian dari penyeimbangan layanan pendidikan dan kebudayaan.


"Karnaval ini juga akan diambil penilaiannya nanti," imbuhnya.


Tidak hanya karnaval ini. Pihaknya melalui panitia, telah menyiapkan event besar lainnya selama kompetisi berlangsung. Salah satunya Ekspresi. Setiap sore, akan ada pertunjukan Siswa SMA, SMK, SLB dan SMP.


"Sistem penilaiannya akan diambil dari segi kebudayaan daerah," ujarnya.


Kemudian Expo Produk SMA, SMK, SLB, SMP dan Produk lokal lainnya di GOR Hamzanwadi. Expo ini juga dirangkai dengan layanan pendaftaran untuk calon murid baru.


"Hingga saat ini, sudah tercatat 35 ribu calon siswa yang akan lanjut di SMA dan SMK. Jadi selama expo, kita berikan layanan konsultasi dan konseling PPDB, untuk siswa yang belum mendaftar sekitar 7 ribuan orang," jelasnya.(RIN)