Tamu asing dari Organisasi Ponts du Monde - Prancis yang terdiri dari Estelle Vincent and Guillaume Dartigue (Elisa, Gwendal, Maella, Firdaous) total 14 orang ditambah mahasiswa Unram dan dari Fakultas pariwisata Bima.FOTO IST/JAHARUDDIN.S.Sos (@ng) POSTKOTANTB.COM BIRO LOTARA
Lombok Utara (postkotantb.com) - Pencegahan stunting khusunya di Kabupaten Lombok Utara kini memiliki titik terang, dengan diluncurkannya aktifitas dapur sehat atasi stunting oleh Kepala Desa Senaru Kecamatan Bayan.
Kepala desa Senaru, Raden Akriabuana mengatakan, “Jumlah angka stunting di Kecamatan Bayan masih sangat tinggi, maka kita perlu mengatasinya,” ujar Raden Akriabuana pada poskotantb.com, Senin (17/7/2023).
Keberadaan dapur sehat atasi stunting sebagai salah satu bentuk upaya mencegah stunting lewat kegiatan pemberdayaan masyarakat, dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting seperti calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta/balita terutama dari keluarga kurang mampu.
Caranya melalui pemanfaatan sumber daya lokal (termasuk bahan pangan lokal) yang dipadukan dengan sumber daya atau kontribusi mitra lainnya.
Siapa saja yang dilibatkan, antara lain adalah masyarakat yang terdiri dari keluarga berisiko stunting, masyarakat penerima, dan pelaksana dapur sehat. Dunia usaha dan pendukung dapur sehat, mulai dari donatur serta edukator usaha dan gizi. Kemudian pendamping pendidikan lewat Tri Darma Perguruan Tinggi, sebuah program inovasi kemahasiswaan untuk mendukung penurunan stunting. Kader penggerak dan motivator di tingkat RT/RW/Desa (PKK, PPKBD/Sub, dan kader lainnya).
Pemerintah pemerintah daerah, dan petugas sebagai pembina, pendamping, penyuluh, serta regulator pelaksanaan dapur sehat di antaranya Dinas Kesehatan dan BKKBN.
Sementara yang menjadi target dapur sehat adalah kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (Keluarga Beresiko Stunting).
Menariknya di Desa Senaru selain melibatkan kader PKK desa dan Kecamatan dan Mahasiawa yang sedang KKN, juga melibatkan tamu asing dari Prancis selama 6 hari berturut turut. Tamu mahasiswa asal Prancis yang sedang berwisata ke Desa Senaru ikut terlibat dalam aktifitas dapur sehat atasi stanting yang di pusatkan di Pondok Bambu di Desa Senaru Bayan Kabupaten Lombok Utara. Mereka dari Organisasi Ponts du Monde - Prancis yang terdiri dari Estelle Vincent and Guillaume Dartigue (Elisa, Gwendal, Maella, Firdaous) total 14 orang titambah mahasiswa Unram dan dari Fakultas pariwisata Bima.
Raden Akriabuana harapkan bisa memenuhi kebutuhan gizi anak stunting, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga risiko stunting. Selain itu juga dengan adanya pengetahuan dan ketrampilan penyiapan pangan, pihaknya mampu memberikan pangan sehat dan bergizi menggunakan sumber daya lokal, tuturnya. (@ng)




0Komentar