(Kanan) Kepala Disdag NTB, Baiq Nelly Yuniarti. (Kiri) salah satu PKL yang tengah menjajal kuliner khas Lombok dalam area Festival MXGP Lombok.

Mataram (postkotantb.com) -Setelah dua hari terselenggara di Sirkuit Eks Bandara Selaparang, Kota Mataram, Event MXGP Lombok berakhir dengan sukses dan kondusif.

Namun ada hal unik dan menarik di balik event berkelas dunia tersebut. Terlihat keberadaan para pedagang kaki lima (PKL) dengan semangat menawarkan aneka kuliner tradisional khas Lombok.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuliarti, saat dikonfirmasi di sela-sela kegiatannya menyaksikan Final Race MXGP Lombok, Minggu (02/07), tidak menampik adanya keterlibatan para PKL.

"Kita tidak hanya berbicara UKM saja
 Karena ternyata ada para PKL yang ikut merasakan berkah dari MXGP ini, jadi alhamdulillah," ungkap Nelly.

Dijelaskan bahwa sebelumnya, ada sekitar 150 tenda telah disiapkan di dalam area sirkuit untuk 300 UKM. Kemudian di luar, tepatnya di parkiran eks bandara, ada sekitar 40 tenda untuk PKL. Menjelang MXGP, jumlah tenda yang disediakan tersebut, tidak cukup.

Karena, jumlah PKL yang masuk itu lebih besar dibanding jumlah tenda yang ada. Sehingga Pemerintah Provinsi NTB, mengeluarkan kebijakan agar area parkiran dijadikan zona khusus PKL.

"Artinya, di event MXGP Lombok di luar prediksi. Lokasi eks bandara yang strategis ini menjadi peluang buat mereka, jadi banyak PKL yang masuk. Kan ada pedagang asongan yang merasakan hikmah dari event ini," imbuhnya.

"Ke depan, jika ada lagi event-event di sirkuit eks bandara ini, kita enak ngatur juru parkir dan PKL, karena besar halamannya. Dan dampak positifnya, semakin banyak pedagang maka akan semakin banyak pembeli. Jadi perputaran ekonomi semakin tinggi," sambungnya.

Pada hari pertama diselenggarakannya MXGP, ombset yang diperoleh diprediksi mencapai dua hingga tiga kali lipat. Ini belum terhitung yang berada di Zona PKL. Sehingga ke depannya, pihaknya akan membahas zona khusus PKL termasuk di event WSBK dan MottoGP.

"Ini menjadi PR kita bagaimana para PKL bisa mendapatkan zona khusus di setiap event internasional, supaya lebih tertata. Di event MXGP ini kita belajar. Sehingga Multiflyer effectnya tidak hanya dirasakan UKM. Jadi kita harus kasih ruang juga untuk PKL," jelasnya.(RIN)