![]() |
| Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Wilayah Pulau Lombok, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB, Kusnadi. |
Mataram (postkotantb.com)- Belum lama dilantik sebagai Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Wilayah Pulau Lombok, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB, Kusnadi, mulai memperlihatkan kinerjanya.
"Tahap awal, saat ini saya sedang mengidentifikasi keseluruhan ruas jalan yang rusak di Pulau Lombok," ungkap Kusnadi diruangannya, Kamis (06/07) pagi.
Disebutkan bahwa ruas jalan provinsi yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, sesuai keputusan Gubernur NTB Nomor 620-351 tahun 2016, sepanjang 1.484, 43 km. Dengan rincian, 528,16 km untuk Pulau Lombok dan 956, 27 km untuk Pulau Sumbawa.
Identifikasi jalan yang dimaksud, terang Kusnadi, mencakup pekerjaan Patching untuk jalan berlubang, rambasan bahu jalan, normalisasi bahu jalan, dan normalisasi saluran, penanganan gorong-gorong yang tersumbat, yang berpotensi menyebabkan adanya genangan air serta banjir.
Hasil identifikasi ini lanjut Kusnadi, akan menjadi data base penanganan program ke depannya. Sehingga dirinya membutuhkan waktu beberapa hari ke depan, untuk merealisasikan data tersebut. Khusus untuk ruas jalan yang terkategori rusak berat, akan ditangani langsung Kepala Bidang Bina Marga.
"Memang ada beberapa ruas jalan yang menjadi perhatian, yaitu ruas jalan Lembar menuju arah Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Kami berharap dengan anggaran Bidang Bina Marga mencukupi untuk kerusakan di ruas jalan itu," harap Kusnadi.
Selain soal penambahan anggaran, Kusnadi juga berkomitmen untuk memaksimalkan keberadaan alat berat yang saat ini nganggur di parkiran Kantor Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Lombok. Sebagiannya rusak dan lainnya masih layak untuk disewakan.
"Terhadap keberadaan alat berat, merupakan bagian dari sumber PAD. Saya akan coba komunikasikan dengan pelaksana lapangan, supaya kita bisa maksimal sumber PAD dari alat berat ini," jelasnya.
"Begitu juga koordinasi dengan Bina Marga, agar alat berat di sini untuk dimanfaatkan oleh para rekanan kontraktor yang mendapat pekerjaan dari Bina Marga. Sehingga kalau di pakai maka PAD lebih maksimal. Insa Allah responnya bagus dan disetujui,"tutupnya.(RIN)


0Komentar