![]() |
| (Dari Kiri) Dua Kepala SMK Negeri Favorit di NTB Duduk Berdampingan. Keduanya tampak harmonis saat berbincang-bincang di Acara Penutupan Pelatihan, Sabtu (08/07). |
Mataram (postkotantb.com)- Program Pelatihan, Pengembangan, dan Sertifikasi Kompetensi Menjahit Kelompok Muda dan Wanita Berkolaborasi dengan BLUD SMK yang diselenggarakan selama lima hari berturut-turut, berakhir dengan sukses.
Untuk diketahui, program pelatihan ini masuk dalam Corporate Social Responsibilty (CSR) PLN UIP Nusa Tenggara Tahun 2023. Kesuksesan penyelenggaraan program ini, menjadi buah manis dari kolaborasi dua SMK negeri favorit di NTB.
Yaitu SMKN 3 Mataram selaku pihak penyelenggara dan SMKN 4 Mataram selaku pihak pelaksana. Asbab kesuksesan ini, para peserta tersenyum bangga, saat penutupan pelatihan di ruangan SMKN 4 Mataram, Sabtu (08/07).
Turut hadir dalam penutupan tersebut, Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris, serta Kepala SMKN 4 Mataram, Iwan Supriady.
Dalam sambutannya, Kepala SMKN 4 Mataram, Iwan Supriady menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepercayaan pihak PLN yang menjadikan sekolahnya, sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Abah Iwan ini berharap, para peserta pelatihan menjahit lulus dalam uji kompetensinya.
"Kami berharap semoga para peserta yang ikut pelatihan ini mendapat prediket kompeten, dan bagi yang belum kompeten agar meningkatkan lagi keterampilannya," harapnya
Sementara itu, Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris menjelaskan bahwa terselenggaranya program pelatihan menjahit tersebut, dalam rangka mendukung program ekosistem kendaraan listrik, khususnya di NTB.
Di sisi lain, kegiatan ini juga bertujuan untuk mensuksekkan moto SMK Gemilang Karya, melalui program satu siswa satu usaha.
"Besok kalau kendaraan listrik sudah mulai memasyarakat, pasti kebutuhan untuk membuat jok kendaraan, tas bag untuk baterai dan lain sebagainya, akan meningkat," ucap Ustaz Sulman, sapaannya, dengan wajah berseri-seri.
Dikatakan bahwa Jumlah peserta yang ikut dalam pelatihan ini 18 orang yang keseluruhannya merupakan guru yang akan menjadi assesor dari sekolah-sekolah se NTB.
Para peserta tersebut diantaranya, Dwi Aeny Chaeroni, Suharni, Baiq Fatmayanti Am, Tina Yunia Rahmi dan Laela Agustina. Kelima guru ini dari SMKN 4 Mataram. Peserta lainnya, Suminah dari SMKN 1 Mataram, Rosita dan Ayuni dari SMKN 1 Lingsar, serta Sakinah sidik dari SMKN 1 Gerung.
Kemudian Sudiarti dari SMKN 7 Mataram, Yuni Safia dari SMKN 2 Selong, Nurhaerani dari SMPN 1 Kota Bima, Ruhama'ul magfirah SMKN 2 Selong, Asri Maulida SMKN 1 Seteluk.
Selain sekolah negeri, beberapa guru dari sekolah swasta dan mahasiswa juga ikut menjadi peserta pada pelatihan ini. Mereka adalah Sifa'iyah dari SMKS Assulamy, Septiana Ulfha SMKS ASSULAMY, St Saadiah, dan Linda Aulia, Mahasiswi dari Universitas Mataram (Unram).
Sulman berharap, para guru yang telah bersertifikat ini dapat mengimbaskan ilmunya kepada guru-guru lainnya, sehingga dapat mencetak peserta didik yang berkualitas di sekolah masing-masing.
"Semoga program pelatihan ini ke depannya dapat melahirkan siswa yang kompeten dan mandiri dalam berwirausaha," harap Sulman.(RIN)


0Komentar