Atlet Tenis Lapangan NTB, Panji Untung Setiawan peraih medali perungguh PON 2016 Jabar dan medali emas untuk Kota Mataram di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023. FOTO IST/AFANDI POSTKOTANTB.COM
Mataram (potskotantb.com)
Atlet tenis NTB, Panji Untung Setiawan mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pengurus Provinsi (Pengprov) Pelti NTB. Peraih medali perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2016 ini mengaku kecewa terhadap keputusan Pelti NTB yang tak mengakomodir dirinya dalam tim Pra-PON NTB 2023.
Padahal dia sudah berkali-kali mengharumkan nama NTB lewat prestasinya di event tenis kancah nasional. Panji memang bukan atlet kaleng-kaleng, kiprahnya di kancah nasional sudah terbukti dan diakui di kancah nasional, sejak usia 12 tahun hingga saat ini ia masih aktif dan terakhir berhasil Lolos PON dan memperkuat tim PON NTB di Papua tahun 2022.
Prestasi tertingginya di PON Jabar tahun 2016 setelah mendulang medali perunggu untuk NTB di kelas perorangan putra. Selain itu ia sukses merebut medali emas untuk Kota Mataram di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023.
"Luar biasa pelti NTB. Masa aku dibuang dari tim tenis NTB. Pelatih aku kesel banget mendengar aku ndak masuk dalam SK Tim Pra-PON NTB" ucap Paji kepada Wartawan postkotantb.com via ponselnya, Rabu (26/7/2023) malam.
Pernyataan ini disampaikan Panji setelah Panji membaca SK Tim Pra-PON NTB yang diterbitkan oleh Pengprov Pelti NTB, 18 Juli 2023. Dalam SK yang ditandatangani Ketua Umum Pelti NTB, H.Achmad Puaddi FT, SE tidak ada nama Panji Untung Setiawan. "Di SK Tim Pra-PON Tenis NTB tidak masuk nama saya Om"ucapnya dengan penuh rasa kecewa.
Dalam SK Tim Pra-PON Tenis NTB dikeluarkan oleh Pengprov Pelti NTB diakuinya terdapat lima atlet putra, Dito Priyambodo, Suryadi Idris, Agus Erawa Kartikayadi, M. Agisna Abdul Madji dan Bhagus Dwi Prasatya. Selain itu juga terdapat lima atlet putri, yakni Metha Nuzulia A, Ni Putu Dwi Astri, Siti Soleha Sasmita, I Gusti Ayu Pitha Dhinaya Yusa dan Deisyah Afina. Selain itu terdapat tiga nama pelatih, yakni Ichwan Syarif, Dr. Maulidin dan Rahmadin.
Merasa namanya tak masuk dalam tim Pra-PON NTB 2023 Panji mengaku sempat menghubungi Ketua Pelti NTB, H. Achmad Puaddi, lewat chat via WhatsApp. Panji sengaja menghubungi pimpinan Pelti NTB karena ingin menanyakan alasan Pelti NTB tidak memasukan namanya dalam tim Pra-PON NTB, padahal dirinya sukses meraih medali emas di Porprov 2023. Panji mengaku kecewa karena pesannya lewat via WhatsApp belum ditanggapi. Akibatnya Panji pun menyampaikan kekecewaannya lewat Wartwan Postkotantb.com. "Aku chat ketua pelti tapi tidak di balas" ungkapnya.
Tidak masuknya nama Panji di SK Tim Pra-PON NTB tahun 2023 diakui Panji membuat pelatihnya, Erni Susanti kecewa. Begitu juga Mantan Komandan Korem (Danrem)/162 WB, Mayjen Farid Makruf selaku Pembina Tenis NTB dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) juga ikut andil menghubungi pengurus Pelti NTB.
"Kalau kata Om Farid (Pangdam V Brawijaya) sempet hubungi pak Sekum Pelti NTB, dijawab tidak masuk namanya Panji karena permintaan pecinta tenis di NTB" jelasnya.
Panji mengatakan alasan Pelti NTB tak memasukan dirinya dalam tim Pra-PON NTB tak masuk akal. Sebab dia sudah sering mengharumkan nama NTB di berbagai event kancah nasional. Terakhir dia memperkuat tim NTB di PON Papua 2022 setelah masuk peringkat enam besar di Pra-PON 2021.
Selain itu ia juga meraih medali perunggu di PON/2016 dan medali emas di Porprov NTB 2023. "Intinya medali emas Porprov 2023 yang saya raih tidak berharga. Mereka mengambil keputusan sepihak"tudingnya sambil mengungkapkan bahwa dirinya kecewa atas terbitnya SK tim Pra-PON tersebut.
Hingga berita ini ditulis Ketua Umum Pelti NTB, H. Achmad Puaddi yang dikonfirmasi Wartawan postkotantb.com via telephone WhatsApp nya belum bisa dikonfirmasi. Wartawan sudah berkali-kali telepon dan mengirim pesan via WhatsApp namun belum ada tanggapan. (Fan)





0Komentar