Ketua TP.PKK Kabupaten Lombok tengah, Baiq Nurul Aini Pathul Bahri saat kunjungi lokasi lokus Desa Pelambik Praya Barat Daya, Rabu (04/10/2023). Foto Ist/postkotantb.com/Lalu Irsyadi
Lombok Tengah (postkotantb.com) - Dalam lawatan rombongan pengurus TP.PKK Kabupaten Lombok tengah yang dinahkodai Baiq Nurul Aini Fathul Bahri ke lokasi lokus stunting di Desa Pelambik Praya Barat Daya terkait program sambang kader demo dashat, Rabu (04/10/2023).
Permaisuri Bupati Lombok tengah HL.Pathul Bahri ini berucap rasa bahagia yang tak terhingga ketika memperoleh informasi bahwa angka stunting di Lombok Tengah dinyatakan menurun drastis. Dimana sebelumnya angkanya diatas rata-rata Nasional dan kini sudah berhasil ditekan hingga 13 persen.
Menurutnya, hasil tersebut adalah buah kerja keras seluruh tatanan birokrasi dari Kabupaten hingga Desa yang sudah terorganisir dengan pembentukan Tim Percepatan Pencegahan Stunting (TPPS).
" Program sambang kader demo dashat sendiri tujuannya memerangi stunting," ungkap Baiq Nurul.
Lewat program bakti stunting, telah digagas oleh Pemda pencanangan distribusi bantuan telur per anak 2 biji perhari. Sudah berjalan minggu ke tujuh. Tapi realisasinya masih banyak anak tidak rutin konsumsi telur dengan alasan bosan dan lainnya. Sehingga pihak Kabupaten melalui skuad TP.PKK terjun langsung untuk edukasi orang tua, kader, dan Nakes.
" Sosialisasi juga menyasar para remaja tentang pernikahan dini, narkoba, dan kesehatan reproduksi," tambahnya.
Guna menambah semangat, inovasi dan kreatifitas, di lokasi lokus stunting diadakan senam, perkenalan produk UMKM hasil olahan TP.PKK Desa.
Dari 14 lokasi lokus, Baiq Nurul ungkap catatan evaluasi masih terkendala soal data. Kasusnya, ada anak yang tergolong stunting, tapi masih belum masuk data dalam sekian bulan. Ada juga kader yang tidak tahu sasaran di posyandu.
" Kami juga berupaya sinkronkan data yang bersumber dari Pemdes, Kader dan Puskesmas supaya sesuai lalu disampaikan Dikes," jelasnya.
Secara umum, hasil sambang kader dan demo dashat akan dievaluasi menyeluruh di bulan November mendatang.
Kades Pelambik Jumasan menyambut baik kunjungan Ibu Baiq Nurul yang melihat langsung kondisi di Desa.
" Alahamdulillah stunting di Pelambik menurun dari 210 menjadi 34 anak, karena kami terus koordinasi dengan kecamatan, puskesmas dan pihak terkait lainnya," katanya.
Ia beranggapan masalah stunting lebih kearah pola asuh orang tua yang salah. Karena diyakini kalau soal makanan tidak kurang.
Camat Praya Barat Daya, HM.Rumetan menerangkan posisi Prabarda berada diposisi 8 dari 12 kecamatan se-Loteng tingkat penurunan stunting.
"Saya berharap kolaborasi semua pihak bisa menekan angka Stunting khususnya di Prabarda hingga 5 persen," tandasnya. (Irs)




0Komentar