![]() |
Para peserta Pre Service Training Pelayanan Kontrasepsi yang terdiri dari Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Mataram beserta para narasumber, Selasa (3/10). |
Kegiatan yang merupakan program BKKBN RI ini, berlangsung di Aula Poltekkes Kemenkes, Selasa (3/10). Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 35 orang, terdiri dari mahasiswa Poltekkes Kemenkes Mataram yang akan menyelesaikan Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Bidan.
Program pelatihan ini juga dihadiri Direktur Poltekkes Kemenkes Mataram, Plt Kepala Perwakilan BKKBN NTB, diwakili Wakil kepala, dan Direktur Poltekkes diwakili Wakil Direktur (Wadir) Poltekkes Mataram.
Dalam sambutannya,Wakil Plt Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Johari Effendi memberikan apresiasi serta terima kasih atas kesediaan Poltekkes Kemenkes Mataram, sehingga NTB menjadi lokasi Pilot Project pelatihan tersebut.
"Hajatan BKKBN ini sangat dibutuhkan di NTB sehingga pihaknya menjalin kerja sama dengan Poltekkes. Karena MoU kerja sama dengan Poltekkes sudah lama," ulasnya.
Sesuai agenda, Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari. Ia menilai, Pre Service Training ini memiliki niat dan tujuan yang sama dengan Program Keluarga Berencana (KB), dan terkorelasi dengan program penurunan Stunting.
Ia optimis, para peserta yang terdiri dari mahasiswa tersebut, daya tangkapnya lebih cepat dalam memahami dan menguasai materia Pre Servis Training.
Wadir Poltekkes, Ni Putu Karunia Ekayani, SST.M.Kes, menyampaikan, pelatihan tersebut sangat bermanfaat dalam mendorong pelayanan kontrasepsi di masyarakat lebih maksimal dan profesional.
Sehingga, pihaknya berharap agar para peserta bisa lebih fokus dan bersungguh-sungguh menerima materi dari para narasumber, selama mengikuti kegiatan pelatihan berlangsung.
"Apalagi besok langsung terjun ke lapangan ya. Jadi harus benar-benar memanfaatkan waktu dan fokus terhadap pelatihan ini, karena ini berlangsung dalam waktu singkat," pintanya.
Penata Kependudukan Keluarga Berencana (KKB) Ahli Madya BKKBN RI, dr Mataram Endre menjelaskan, soal output dari kegiatan Pre Service Training ini, ada yang jangka pendek dan jangka menengah.
Jaka pendeknya, bagaimana meningkatkan keterampilan dan pengetahuan bagi mahasiswa Poltekkes. Sedangkan jangka panjang, setelah lulus dan kembali mengabdi ke masyarakat, pre service dapat langsung diimplementasikan.
Hal ini juga akan memberikan dampak positif untuk BKKBN. Karena para ibu bidan bisa menjadi praktisi yang akan memberikan pelayanan KB.
"Kebetulan di NTB kami sudah koordinasi dulu. Jadi kami jadikan NTB sebagai lokasi Pilot Project. kami berencana agar pre training ini bisa dilaksanakan Poltekkes seluruh indonesia," jelasnya.(RIN)


0Komentar