![]() |
| Dok RIN. |
Mataram (postkotantb.com)- Pj Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.SI meminta beberapa investasi Swedia di NTB, segera terwujud dengan rencana Groundbreaking pabrik pembuatan panel bangunan ramah lingkungan PT ESL, di kawasan Sekaroh Kabupaten Lombok Timur, Selasa pekan ini.
"Percepatan perizinan dan lain lain harus disegerakan. Karena yang kita butuhkan experience (pengalaman) mengelola investasi. Kalau nanti berjalan baik baru kita pertegas keuntungan daerah melalui perjanjian perjanjian resmi," tegas Miq Gite, sapaannya, saat menerima kunjungan Daniel Blockert, Dubes Swedia di ruang tamu kantor Gubernur, didampingi CEO PT. Eco Solution Lombok (ESL) dan PT. Sumbawa Sustainable Forest (SSF), Senin (27/11).
Ia menegaskan, NTB membuka diri untuk peluang investasi tiga perusahaan Swedia. Terlebih dengan adanya jaminan dari pemerintah Swedia dan dikenal memiliki komitmen tinggi pada lingkungan. Untuk produksi panel bangunan berbahan limbah jerami, perusahaan ini membutuhkan bahan baku dari lahan sawah seluas 10 ribu hektar, bekerjasama dengan petani setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Miq Gite mengingatkan pola kerjasama yang saling menguntungkan dengan pemilik lahan setempat, selain beberapa proyek pendamping di sektor pariwisata dan pendidikan.
Sedangkan PT SSL akan mengelola hutan di kawasan Sumbawa dengan beberapa konsep proyek investasi yang bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan dari sumber daya hutan.
Sementara itu, Daniel Blockert meyakinkan Pemprov NTB dengan komitmen serta dukungan konsorsium perusahaan perusahaan besar milik Swedia seperti IKEA dan lain lain.
"Ini akan menjadi pilot project bagi daerah daerah lain di Indonesia, setelah digelarnya forum Swedia Indonesia Sustainable Partnership di bidang kesehatan, energi, ekonomi dan industri beberapa waktu lalu, di Jakarta dan kami didukung oleh konsorsium puluhan perusahaan", jelasnya.
Pihaknya berharap kerjasama ini akan membangun persahabatan dan bemefit positif antara Pemerintah Swedia dengan Pemerintah Provinsi NTB.Hadir pula Dinas PMPTSP, Dinas LHK, Dinas Perindustrian, akademisi Unram dan pihak terkait lainnya.(RIN)


0Komentar