Breaking News

Terduga Pelaku Pencabulan Anak Kandung Dibekuk Sat Reskrim Polres Lombok Utara

Terduga Pelaku Pencabulan Anak Kandung Dibekuk Sat Reskrim Polres Lombok Utara
Foto Istimewa  


Lombok Utara (postkotantb.com) -  Sat Reskrim Polres Lombok Utara  Lakukan penyidikan atas  pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang berinisial Bunga, umur (16)  yang masih duduk di bangku SMA menjadi korban kebiadaban orang tua  kandungnya di Kabupaten Lombok Utara. (30/4/2024).

Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro S.I.K. M.Si. melalui Kasat Reskrim Polres Lombok Utara Iptu Ghufron Subeki.SH menyampaikan kepada media , Selasa (30 /4/2024) di ruang kerjanya dan menerangkan bahwa  pihaknya telah menerima laporan tentang dugaan perbuatan pidana pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur  yang di lakukan oleh ayah kandungnya.

Adapun kronologis kejadiannya
 pada Kamis 4 April 2024 sekitar pukul 07.30 wita, setelah korban menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada bibiknya melalui pesan singkat (WhatsApp).

Korban mengaku, bahwa dirinya sering dipaksa oleh terduga pelaku yang merupakan ayah kandungnya untuk melakukan hubungan suami istri.

Kemudian sekitar pukul 21.00 wita bibik korban menceritakan kembali peristiwa yang dialami korban kepada adik kandungnya (paman korban).

Mendapatkan informasi tentang peristiwa yang dialami oleh korban pada pukul 22.00 wita,  paman korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun (Kadus) setempat.

Sekitar pukul 23.05 wita Kepala Dusun setempat melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pemenang.

Menerima laporan tersebut anggota Polsek Pemenang langsung melimpahkan penanganannya ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Lombok Utara, dan mengamankan terduga pelaku.

Terduga pelaku berinisial S, (47)  alamat Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara. Dan dalam kasus ini Sat Reskrim Polres Lombok Utara telah melakukan penyidikan atas perkarara tersebut dan terduga pelaku telah di lakukan penahanan di Rutan Polres Lombok Utara.

Adapun pasal yang di sangkakan terhadap terduga pelaku yaitu
Pasal 81 ayat 1 dan 3 yo Pasal 76 D  undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang  perubahan atas undang - undang Nomor 23 tahun 2002 tentang  perlindungan anak dengan. Ancaman pidana minimal  5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak 5 miliar rupiah. Tutup Kasat Reskrim (@ng)

0 Komentar

Posting Komentar
DISCLAIMER: POST KOTA NTB menggunakan iklan pihak ketiga ADSTERRA. Kami tidak bisa sepenuhnya mengatur tayangan iklan. Jika muncul tayangan iklan yang dianggap melanggar ketentuan, harap hubungi kami untuk kami tindaklanjuti.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close