Breaking News

Harga Kopi Melambung Petani Tersenyum. Namun Harus Bekerja Ekstra dari Aksi Maling

 

Harga Kopi Melambung Petani Tersenyum. Namun Harus Bekerja Ekstra dari Aksi Maling
Foto Istimewa Jaharuddin.S.Sos/postkotantb.com
Lombok Utara (postkotantb.com) - Harga kopi Robusta tahun lalu tertinggi di angka Rp 40.000/kg dan saat ini di Kabupaten Lombok Utara harga kopi per Juni 2024 lebih dua kali lipat dari harga musim panen tahun lalu. Sejak awal Juni 2024 dari Rp 50.000/kg hingga Rp 60.000/kg. Sementara untuk kopi jenis Arabika dibandrol dengan harga Rp 80.000/kg

"Sebagaian petani mengandalkan kebun kopi sebagai pendapatan utamanya," kata I Nyoman Selamet, Sabtu (08/06/2024).

Naiknya harga kopi ini sebenarnya berbarengan dengan naiknya harga hasil pertanian lain, salah satunya beras yang sejak awal sudah duluan naik. Dampak kenaikan ini sejumlah petani kopi yang dulu terlihat lesu kini kembali semangat, Terang Nyoman Selemet.

Senada dengan I Nyoman Budiasa, "Kami tentu semangat lagi, dulu sempat saya berniat mengganti dengan tanaman lain, untung belum saya tebang," ujar petani kopi kawasan selelos, Baturinggit.

Tingginya harga jual kopi sejak beberapa bulan terakhir, membuat petani kopi di Kabupaten Lombok Utara sangat gembira. Bagaimana tidak, harga kopi saat ini bahkan menyentuh harga Rp 80 ribu per kilogram.


Namun, harga kopi yang sedang tinggi nyatanya juga membuat petani cemas. Pasalnya resiko kehilangan kopi akibat menjadi korban pencurian.

Seorang petani kopi yang nggan di sebut namanya, mengaku pernah dua kali menjadi korban pencurian kopi. Kebun yang jauh dari jalan membuat pencuri leluasa beraksi.

Tak tanggung-tanggung, pencuri menggunakan tempurung kelapa untuk melepaskan biji kopi.Alhasil semua kopi baik matang, mentah atau bahkan buah yang masih belum bisa di panen ikut terlepas.

"Jadi maling itu pakai dua tempurung, ditangkupkan (red:ditempelkan membentuk bulat seperti kelapa) terus ditarik mengikuti batang kopi. Lepas semua sampai ke ranting-rantingnya," tuturnya


Akibat pengalaman menjadi korban pencurian itu, sejumlah petani kopi saat ini bahkan rela tidur di kebun. Biasanya petani tinggal di pondok, ditemani dengan satu atau beberapa ekor anjing untuk berjaga-jaga.

Bukan hanya kehilangan kopi, namun juga buah panili sering hilang dicuri orang, tutupnya. (@ng)

0 Komentar

Posting Komentar
DISCLAIMER: POST KOTA NTB menggunakan iklan pihak ketiga ADSTERRA. Kami tidak bisa sepenuhnya mengatur tayangan iklan. Jika muncul tayangan iklan yang dianggap melanggar ketentuan, harap hubungi kami untuk kami tindaklanjuti.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close