Pemkab Lombok Tengah Awali Safari Ramadhan 2025 di Batu Kliang dan Janapria
Tampak Bupati Lombok Tengah HL.Pathul Bahri saat sampaikan pidato dihadapan peserta Safari Ramadhan, Minggu (16/03/2025). LALU IRSYADI/POSTKOTANTB.COM
Lombok Tengah  (postkotantb.com) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menggelar kegiatan Silaturahim Safari Ramadhan 2025 yang berlangsung mulai 16 hingga 22 Maret. Kegiatan ini diawali di Kantor Camat Batukliang dan SMPN 1 Janapria pada malam pertama.

Dalam pelaksanaannya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang turut serta dibagi ke dalam dua tim, yaitu Tim A dan Tim B. Tim A mendampingi Bupati Lombok Tengah, sementara Tim B mendampingi Wakil Bupati.  Turut hadir juga dalam rombongan safari pejabat dari unsur Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah), anggota DPRD, BUMN, dan BUMD.


Silaturahim ini dihadiri oleh unsur pemerintah desa di masing-masing kecamatan yang dikunjungi, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat selama bulan suci Ramadhan.

Dalam Safari Perdana tersebut,Bupati Lombok Tengah, HL.Pathul Bahri S.Ip. M.Ap, memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan penyerahan simbolis bantuan BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan kepada puluhan penerima manfaat.

Berkesempatan beri sambutan,Camat Batukliang, Lalu Sudirman M.Si, MM, menyampaikan bahwa jumlah peserta safari ramadhan tahun ini dipangkas menjadi 50 orang per desa. Ia berharap bahwa hal ini tidak akan mengurangi hikmah pelaksanaan safari ramadhan tahun ini.

Bupati Lombok Tengah juga memaparkan bahwa pihaknya telah melakukan rapat dengan jajaran OPD terkait dan Bulog untuk membicarakan tentang bagaimana memenuhi target serapan bulog terhadap gabah petani di Lombok Tengah.

Ia menyatakan, bahwa Lombok Tengah telah berhasil memproduksi gabah kering dalam setahun sebanyak 450 ribu ton dan telah dikirim melalui Bali hingga Pulau Jawa karena sur-plus.


Selain itu, Pemkab Lombok Tengah juga sedang mencoba varietas baru bernama Gamagora (Gajah Manda Gogorancah) yang sedang ditanam di lahan seluas 25 hektar di Desa Pengembur Kecamatan Pujut. Bupati menyatakan bahwa varietas ini dipastikan hasil lebih dari 6 kali lipat dari hasil biasanya dan dapat membuat cadangan beras Lombok Tengah hingga 100 tahun ke depan tidak akan habis.

"Kami sedang mencoba menanam padi varietas baru bernama Gamagora,diproyeksi hasilnya bisa 6 kali lipat, jika benar demikian maka cadangan beras kita tidak akan habis hingga 100 tahun," Tegasnya.(irs)