Wabup H. Mohamad Ansori
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori dalam Safari Ramadan yang digelar di Masjid Babul Khoir, Dusun Labuhan Bua, Desa Pukat, Kecamatan Utan, Selasa (18/03/2025).


Sumbawa Besar (postkotantb.com) – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan pentingnya sinergi antara ulama dan umaro’ (pemimpin) dalam mengatasi berbagai permasalahan masyarakat. Hal ini disampaikannya dalam Safari Ramadan yang digelar di Masjid Babul Khoir, Dusun Labuhan Bua, Desa Pukat, Kecamatan Utan, Selasa (18/03/25)

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan DPRD, anggota Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Administrasi Umum, Kepala Perangkat Daerah, Ketua BAZNAS, Camat Utan, Forkopimcam Utan, Kepala Desa se-Kecamatan Utan, Kepala Desa Pukat, serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Lalu Istiqlal, S.Ag menyampaikan taushiah tentang tiga hal yang tidak akan terulang kembali. Yaitu waktu, lisan yang sudah terucap, dan kesempatan yang datang dalam hidup. Ia juga mengingatkan bahwa orang yang sengsara di bulan Ramadan, adalah mereka yang terhalang dari ampunan.

Momentum Safari Ramadhan ini juga menjadi ajang berbagi dengan masyarakat. Berbagai bantuan disalurkan. Diantaranya bantuan pembangunan Masjid Babul Khoir sebesar Rp.15 juta, bantuan dari BAZNAS sebesar Rp. 4 juta, serta bantuan paket Ramadan untuk Takmir Masjid dan korban kebakaran.

Selain itu, Kantor Kementerian Agama turut memberikan bantuan Al-Qur’an bagi masyarakat. Secara pribadi, Wabup H. Ansori juga menyumbangkan 100 zak semen untuk pembangunan Masjid Babul Khoir.

Dalam sambutannya, Wabup H. Ansori mengungkapkan kebanggaannya terhadap potensi pertanian Desa Pukat. “Sawah-sawah dan tanaman tampak hijau dan subur. Semoga panen tahun ini sukses,” ujarnya.

Namun, ia juga mengingatkan aparat kecamatan agar memastikan harga gabah tetap stabil sesuai harga pembelian pemerintah, serta mencegah permainan harga yang dapat merugikan petani.

Selain itu, ia menyoroti kondisi kebersihan lingkungan di wilayah tersebut. “Saya melihat masih ada sampah berserakan di pinggir jalan. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kebersihan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, ia mengajak ulama dan pemimpin daerah untuk terus bersinergi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. “Jika ulama dan umaro’ bersatu, maka permasalahan rakyat akan lebih mudah diatasi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan tentang Surat Edaran Bupati Sumbawa mengenai Gerakan Shalat Subuh Berjamaah, yang diharapkan dapat menjadi bagian dari pembangunan spiritual masyarakat Sumbawa.(Indra)