![]() |
| Anggota DPRD Sumbawa dari Fraksi Gerindra, Muhammad Tahir. |
Sumbawa (postkotantb.com)- Peristiwa tenggelamnya KM Osela, di perairan Karang Mardalena Pulau Gelasa Bangka Tengah, Jumat pekan lalu masih menyisakan tanda tanya. Dilansir dari detik.news, 8 anak buah kapal (ABK) tersebut dinyatakan hilang.
Yaitu YO (20), TA (27), RI (22), NI (30) dan SA (32). Kemudian, inisial MA (30), AB (18) dan JO (25). Sedangkan untuk korban yang selamat Kapten Kapal Ham.
Anggota DPRD Sumbawa dari Fraksi Gerindra, Muhammad Tahir, mengungkapkan bahwa sebagian ABK yang dinyatakan hilang, berasal dari Kecamatan Buer dan Alas Kabupaten Sumbawa. Hal ini diketahuinya melalui media sosial (medsos) pasca musibah terjadi.
"Saya sudah mendatangi dan bertemu langsung keluarga korban di rumah nya yang berada di kecamatan Alas dan kecamatan Buer. keluarga korban berharap agar keluarga mereka bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat," ujar Tahir, Senin (18/08/2025).
Dikatakan Tahir, ABK yang berasal dari Sumbawa merupakan nelayan yang berangkat ke Bangka Belitung dengan mencari nafkah untuk anak dan istrinya. Tidak ditemukannya para ABK tersebut pasca peristiwa tenggelamnya KM Osela tentunya menyisakan kekhawatiran bagi keluarga.
Karenanya ia mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa segera melakukan koordinasi dengan Pemda dan Tim SAR Bangka untuk mengetahui teknis pencarian serta kondisi terkini dari para ABK tersebut.
"Kami mendesak Pemkab Sumbawa untuk segera mengambil langkah cepat dan tepat terkait nasib, kondisi terkini nelayan kita yang sudah ditemukan dan yang belum ditemukan sampai saat ini," tegasnya.
Selain itu, ia mendesak agar Bupati Sumbawa segera memerintahkan OPD teknis untuk berangkat ke Bangka, agar bisa bertemu dan memantau langsung proses pencarian dan evakuasi korban ABK asal Sumbawa tersebut.
"Keluarga korban berharap agar keluarga mereka bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat," tandasnya.
Pewarta: Lalu Indra.


0Komentar