Sumbawa Besar, (postkotantb.com) – Pawai Alegoris dalam rangka memperingati HUT RI ke-80 di Kabupaten Sumbawa berlangsung meriah dan penuh warna Senin(18/08/2025). Ribuan warga memenuhi pinggir jalan dari Lapangan Pahlawan hingga Kantor Bupati Sumbawa untuk menyaksikan kreativitas peserta. Dari sekian banyak barisan yang tampil, perhatian publik tertuju pada barisan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa yang mengangkat tema “Panyongkat Kambaya Bulaeng”, sebuah representasi kearifan lokal dan warisan budaya takbenda masyarakat Sumbawa.
Yang lebih istimewa, dalam barisan Setda turut bergabung tiga tokoh perempuan penting Kabupaten Sumbawa : Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, Ketua GOW Kabupaten Sumbawa Dra. Hj. Sudarti Mohamad Ansori, dan Ketua DWP Kabupaten Sumbawa Nur Isna Sitoresmi Budi Prasetiyo. Kehadiran mereka semakin mempertegas semangat kebersamaan dalam melestarikan budaya, khususnya tenun kre alang khas Sumbawa yang diangkat sebagai ikon dalam pawai tersebut.
Barisan Setda tampil dengan komposisi yang tertata rapi dan sarat makna. Diawali oleh pembawa papan nama dan spanduk, disusul oleh peraga kostum serta maskot kre alang yang dikreasikan menjadi busana modern dan fashion kontemporer. Selanjutnya, barisan pria dan wanita membawa motif kre alang sebagai simbol pelestarian tenun songket Sumbawa yang dikenal dengan kerumitan dan keindahan polanya.
Atraksi yang paling memikat perhatian adalah mobil bak terbuka yang menampilkan langsung seorang perempuan penenun tradisional. Adegan ini menggambarkan aktivitas nesek (menenun) sebagai proses panjang penuh ketekunan yang melahirkan kain songket kre alang Sumbawa. Tak ketinggalan, sembilan Kepala Bagian di lingkungan Setda tampil bersama pasangannya masing-masing dalam balutan pangkenang, busana adat Sumbawa dengan nama dan corak khas, mulai dari Pangkenang Salonang Antin, Pangkenang Rama Nempu, Pangkenang Pasak Panempu, Pangkenang Lante Lumar, Pangkenang Pajatu Juran, Pangkenang Pasak Kanadi, Pangkenang Manca Kanadi, hingga Pangkenang Lante Gadu.
Tema “Panyongkat Kambaya Bulaeng” sendiri bermakna menghidupkan kembali warisan emas budaya Sumbawa, yakni tradisi menenun kre alang yang tak hanya dipakai dalam upacara adat dan keseharian masyarakat, tetapi kini juga dikreasikan dalam busana modern, mode, dan fashion. Kehadiran Ketua TP PKK, Ketua GOW, dan Ketua DWP di barisan tersebut menjadi simbol bahwa pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk peran aktif perempuan.
Suasana semakin semarak ketika barisan Setda melewati panggung kehormatan. Sorak sorai penonton terdengar riuh, banyak warga mengabadikan momen dengan kamera ponsel, kagum pada harmoni antara adat, kreativitas, dan modernitas yang ditampilkan.
Keterlibatan para tokoh perempuan Kabupaten Sumbawa dalam barisan pawai alegoris ini memberikan pesan kuat bahwa budaya adalah identitas yang harus dijaga bersama. Selain menjadi hiburan rakyat, pawai ini juga menjadi sarana memperkenalkan kembali kre alang sebagai kebanggaan Sumbawa yang memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya. (Indra)





0Komentar