Sumbawa Barat, (postkotantb.com) - 
Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat melaksanakan Pertemuan Gerakan Masyarakat Peduli Stunting (GEMPUR) di Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk pada Jum'at(14/11/2025).

Kegiatan kolaboratif ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan KSB dr. Carlof, M.MRS., MQM, Tim Gizi Provinsi NTB, Tim Gizi Kabupaten, Camat Seteluk, Pemerintah Desa, petugas kesehatan, kader, serta para ibu bayi dan balita sebagai sasaran utama dalam upaya percepatan penurunan stunting. Kehadiran lintas sektor ini mempertegas komitmen bersama dalam menekan angka stunting secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan KSB, dr. Carlof, menekankan bahwa percepatan penurunan stunting harus dimulai dari pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak usia balita. 

Beliau mengingatkan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemenuhan nutrisi yang cukup, pola asuh yang baik, serta deteksi dini gangguan tumbuh kembang. Jika ditemukan indikasi stunting, orang tua diminta segera membawa anak ke puskesmas, dan bila diperlukan dirujuk ke rumah sakit untuk konsultasi dengan dokter spesialis guna mendapatkan pendampingan menyeluruh, termasuk dukungan Pemenuhan Makanan Tambahan (PMT) dari pemerintah.

Pada kesempatan tersebut, Tim Gizi Provinsi NTB memaparkan data dan situasi stunting baik di tingkat Kabupaten Sumbawa Barat maupun secara spesifik di wilayah Desa Seteluk Tengah. Materi yang disampaikan meliputi kondisi terkini, faktor risiko, tantangan penanganan, serta strategi intervensi yang dapat dilakukan oleh petugas kesehatan, kader, dan pemerintah desa. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal tumbuh kembang anak secara optimal.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kesehatan Provinsi turut menyerahkan bantuan PMT berupa telur kepada bayi dan balita yang teridentifikasi stunting di Desa Seteluk Tengah. Bantuan ini diharapkan dapat membantu peningkatan asupan gizi harian serta mendukung proses pemulihan pertumbuhan anak.

Di akhir kegiatan, Kepala Dinas Kesehatan dr. Carlof mengajak seluruh pihak, termasuk keluarga, kader, pemerintah desa, hingga tokoh masyarakat, untuk terus memperkuat sinergi dalam percepatan penurunan stunting. “Dengan kebersamaan, perhatian, dan kerja sama semua pihak, kita dapat memastikan anak-anak di KSB tumbuh sehat, kuat, dan menjadi generasi masa depan yang berkualitas,” ujarnya.(ADV)