
Dr.Ngatawi mengenakan blangkon di sebelah kiri Miq Iqbal dan Paox
Ibeng sebelah kanan Miq Iqbal. Foto Istimewa. postkotantb.com/Lalu
Martadinata.
Dr.Ngatawi mengenakan blangkon di sebelah kiri Miq Iqbal dan Paox Ibeng sebelah kanan Miq Iqbal. Foto Istimewa. postkotantb.com/Lalu Martadinata.
Mataram, (postkotantb.com) - Ruang Tumbuh Merdeka menggelar diskusi budaya dengan tajuk Pahlawan di era kekinian, yang dihadiri Gubernur NTB Dr. Lalu Muhammad Iqbal dan budayan Dr.Ngatawi Al Zastrouwan.
"Tempat ini adalah rumah subsidi, dirancang senyaman mungkin sebagai tempat belajar" Ujar paox ibeng selaku tuan rumah. "Jadi, kalau pak gubernur ingin rehat sejenak dari mengurus birokrasi dan pemerintahan, kita bisa ngopi nyantai disini" Ujar budayawan berambut gimbal ini.
Kedatangan gubernur NTB di lokasi acara, disambut meriah peserta diskusi, embun jiwa melantukan karya yang berjudul sasih sayang, hingga tiga pemateri utama memberikan aplus.
Dalam sambutannya miq Iqbal menyampaikan, bahwa saat ini dunia pendidikan kita dihadapkan pada persoalan bulliying. "Kedepan, kita ingin guru-guru fokus mendidik, sehingga pekerjaan fisik seperti rehab kelas atau membangun ruang kelas baru, kita serahkan kepada Dinas PU" ujar pak gubernur.
Selanjutnya, Dr Ngatawi selaku narasumber menyampaikan paparannya. Budayawan senior asal Pati-Jawa Tengah ini menyampaikan metafora yang terkait dengan kondisi bangsa saat ini.
"Al kisah para katak di negeri katak ingin menjdi seperti negeri ular, maka dikumpulkanlah seluruh ahli dan pemikir untuk merancang kurikulim agar para katak mampu seperti ular" Ujarnya. Lebih lanjut budayawan yang disebut sebagai guru oleh pak gubernur ini mengatakan "setelah kurikulum diterapkan, ternyata para katak belum mampu menjadi seperti ular sehingga dilakukanlah evaluasi dan diputuskan, kaki katak perlu dipotong agar mampu berjalan seperti ular, tidak melompat-lompat". "Setelah itu, dengan mudah ular memangsa para katak" Ujar budayawan yang dikenal dekat dengan Presiden Prabowo pada Selasa (18/11/2025).
Lebih lanjut, Dr. Ngatawi menjelaskan "bangsa kita tidak kekurangan orang hebat, Syeh Nawawi Bantan, Syehkhona Kholil Bangkalan, KH. Hasyim Asy'ari, KH. Akhmad Dachlan, Tgh Zainuddin Abdul Majid. Kita membutuhkan imunitas kultural untuk menjadi diri sendiri.
Pewarta : Lalu Martadinata.SE

0 Komentar