Lombok Utara, (postkotantb.com) - Badan Pengelola dan Badan Pemeriksa Keuangan Nusa Tenggara Barat (BP-BPK NTB) hari ini, Selasa (16/12/2025), melaksanakan kegiatan penting berupa Uji Kualitas Air dan Uji Fungsi Air di Reservoar Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP Spams) di Dusun Lokok Bilok, Desa Santong Mulia, Kabupaten Lombok Utara.

Kegiatan ini dilakukan menyusul tuntasnya pelaksanaan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun anggaran 2025 di desa tersebut.

Ketua Kelompok Kerja Masyarakat (KKM) Pamsimas Lokok Bilok, Misyadin, menjelaskan bahwa tujuan utama dari uji kualitas air ini adalah untuk memastikan bahwa air yang dialirkan ke masyarakat benar-benar aman untuk dikonsumsi dan digunakan.


"Uji kualitas air ini sangat penting untuk melindungi kesehatan masyarakat dari penyakit akibat kontaminan, baik itu bakteri, logam berat, maupun bahan kimia," ujar Misyadin. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mencegah pencemaran lingkungan, serta memastikan air yang disalurkan telah memenuhi standar baku mutu untuk berbagai keperluan, mulai dari domestik, industri, pariwisata, hingga pertanian.

Proses uji kualitas air di Reservoar KP Spams ini dilaksanakan oleh Bapak Junaidi, Sanitarian Pamsimas Santong, bersama dengan Bapak M. Rizki Nasution dari tim BP-BPK NTB.

Lebih lanjut, Bapak Misyadin menyebutkan bahwa selain uji kualitas air, tim juga melakukan uji keberfungsian air pasca pembangunan infrastruktur. Uji ini sangat krusial untuk memastikan bahwa sistem penyaluran air bekerja dengan baik, terutama kepada para penerima manfaat sebagai sasaran utama Program Pamsimas 2025.

M.Rizki Nasution dari BP-BPK NTB, di sela-sela melakukan uji kualitas dan keberfungsian air tersebut, menyampaikan apresiasinya.

"Secara kasat mata, infrastruktur yang dibangun oleh KKM Pamsimas Santong Mulia ini berfungsi dengan baik, air mengalir lancar ke titik-titik sasaran. Untuk hasil uji laboratorium terkait kualitas air, kita akan tunggu beberapa hari ke depan," jelas Rizki.


"Namun, kami berharap air di Lokok Bilok ini sudah memenuhi semua indikator baku mutu. Jika ada temuan yang memerlukan perbaikan, kami akan segera berkoordinasi dengan KKM agar manfaat air bersih ini bisa dinikmati maksimal dan berkesinambungan oleh masyarakat," tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran Pemerintah Desa (Pemdes) dan KP SPAMS dalam menjaga dengan baik infrastruktur yang sudah dibangun. "Diharapkan Pemdes dan KP SPAMS dapat memastikan masyarakat tetap terlayani air bersih tanpa gangguan," pungkasnya.

Program Pamsimas 2025 ini membawa dampak positif yang signifikan bagi warga. Kamudin, salah satu penerima manfaat, menyampaikan rasa syukurnya atas layanan air bersih secara langsung ini.

"Sebelum ada program Pamsimas, kami terpaksa menggunakan air dari irigasi atau kali untuk kebutuhan sehari-hari. Sekarang, kami bisa mendapatkan layanan air bersih langsung ke rumah," ujar Kamudin, menggambarkan peningkatan kualitas hidup yang dirasakan warga.

Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Pamsimas, Saryono, merinci pembangunan infrastruktur tahun 2025. "Tahun ini, program Pamsimas berhasil membangun PMA (Penampung Mata Air), jaringan pipa, dan Sambungan Rumah (SR) sebanyak 88 unit untuk 88 Kepala Keluarga (KK)," jelas Saryono.


Sementara itu, KP SPAMS Santong Mulia mencatat bahwa dari total 765 KK warga Desa Santong Mulia, saat ini sebanyak 675 KK sudah terakses layanan air Pamsimas. KK yang belum terakses ini, menurut KP SPAMS, dikarenakan baru bertambah pada tahun 2025 dan akan menjadi prioritas utama untuk mendapatkan akses air bersih di periode mendatang.

Kegiatan monitoring dan evaluasi pasca program ini menegaskan komitmen dalam memastikan keberlanjutan dan manfaat maksimal dari investasi di sektor air minum dan sanitasi bagi kesejahteraan masyarakat Santong Mulia.

Pewarta: Jaharuddin.S.Sos