Lombok Utara, (postkotantb.com) - Menjelang berakhirnya tahun 2025, Kantor Camat Gangga menunjukkan komitmen tinggi terhadap kebersihan lingkungan. Camat Gangga memimpin langsung kegiatan gotong royong massal yang melibatkan seluruh karyawan pada Jumat, (12/12/2025).
Aksi bersih-bersih ini dipusatkan di sekitar halaman dan seluruh area kantor. Camat Gangga, yang ditemui di tengah kesibukannya memimpin gotong royong, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari rutinitas mingguan di kantornya.
“Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap Jumat pagi, selain kegiatan Imtaq dan senam bersama. Ini adalah hal yang penting untuk kami lakukan bersama seluruh karyawan,” ujar Camat.
Lebih lanjut, Camat Gangga menjelaskan bahwa semangat menjaga kebersihan ini tidak hanya terbatas pada hari Jumat saja. “Kami bahkan tidak hanya menunggu hari Jumat. Kegiatan serupa tetap dan rutin kami lakukan setiap hari sebelum melaksanakan apel pagi, dengan maksud utama menjaga lingkungan tetap bersih, nyaman, dan asri,” tegasnya.
Meskipun semangat kebersihan di Kantor Camat Gangga patut diacungi jempol dan mendapat apresiasi, sebuah tantangan signifikan muncul dari hasil kegiatan ini. Seluruh sampah yang berhasil dikumpulkan menunjukkan semangat yang luar biasa dari para karyawan. Namun, ketiadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang memadai di wilayah tersebut menjadi kendala logistik yang perlu segera dicari solusinya oleh pihak terkait, agar upaya menjaga kebersihan ini dapat memberikan dampak yang berkelanjutan.
Terkait dengan aksi bersih-bersih jelang akhir tahun yang digagas dan dipimpin langsung oleh Camat Gangga ini, Kepala Seksi Pelayanan Umum (Kasi Pelayanan Umum) Kantor Camat Gangga, Rukaiyah, turut angkat bicara.
Rukaiyah memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif pimpinan dan antusiasme para pegawai. Namun, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi.
“Semangat gotong royong dari seluruh karyawan sangat luar biasa. Ini murni didorong oleh niat ikhlas untuk memastikan lingkungan kerja kita bersih dan nyaman, tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk masyarakat yang datang. Saya melihat dedikasi yang tulus dari semua pelaku aksi bersih-bersih ini,” ungkap Rukaiyah.
Meski demikian, Rukaiyah tidak menampik adanya hambatan yang perlu segera diatasi.
“Tentu saja, meskipun semangatnya tinggi, masalah logistik tetap menjadi perhatian kami, terutama terkait dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sampah yang terkumpul banyak, dan ketiadaan TPA yang memadai menjadi catatan penting. Kami berharap ini bisa menjadi perhatian bersama agar upaya menjaga kebersihan ini tidak hanya berhenti di kantor, tapi juga terkelola dengan baik untuk lingkungan yang lebih luas,” pungkasnya.
Senada dengan Rukaiyah, Kepala Sub Bagian Umum Kepegawaian (Kasubag Umum Kepegawaian), L. Wirindia, turut angkat bicara mengenai masalah pengelolaan sampah yang dihadapi.
“Kami betul-betul menghadapi kendala karena memang tidak adanya TPA di sekitar kantor ini,” ujar L.Wirindia.
Wirindia menjelaskan bahwa selama ini, solusi darurat yang kerap mereka lakukan adalah pembakaran sampah yang terkumpul. Namun, solusi ini kini terhambat oleh kondisi cuaca.
“Sebagai solusi, kami sering melakukan pembakaran. Akan tetapi, kendalanya saat ini adalah musim hujan. Sampah menjadi basah dan otomatis tidak bisa terbakar,” jelasnya.
Situasi ini semakin memperkuat urgensi perlunya solusi permanen dari pemerintah daerah terkait pengelolaan sampah dan penyediaan fasilitas TPA yang layak, agar semangat dan niat baik para pegawai dalam menjaga kebersihan lingkungan kantor Camat Gangga dapat terlaksana secara optimal dan tidak menimbulkan masalah lingkungan baru.
Menyikapi tantangan ini, Sekcam Gangga Nursim, menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Daerah agar segera turun tangan menyelesaikan isu pengelolaan sampah yang dihadapi.
“Kami sudah menunjukkan komitmen dan semangat yang tinggi, didorong oleh niat ikhlas seluruh pegawai untuk menjaga kebersihan kantor sebagai rumah layanan masyarakat,” katanya.
Ia menekankan bahwa keberlanjutan upaya kebersihan ini sangat bergantung pada dukungan infrastruktur dari Pemda.
“Oleh karena itu, kami berharap sekali kepada Pemerintah Daerah melalui dinas terkait, agar segera menyediakan solusi permanen, khususnya fasilitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau sistem pengangkutan sampah yang efektif dan rutin untuk wilayah kami. Jangan sampai semangat kami yang luar biasa ini terhenti hanya karena masalah penampungan dan pengolahan sampah,” tutupnya dengan nada penuh harap.
Harapan ini menjadi penutup kegiatan gotong royong, menandakan bahwa meskipun aksi bersih-bersih berjalan sukses, pekerjaan rumah terkait pengelolaan sampah di wilayah Gangga masih menanti perhatian serius dari Pemerintah Daerah.
Pewarta: Jaharuddin.S.Sos






0Komentar