Lombok Utara, (postkotanrb.com) -- Pemerintah Kabupaten Lombok Utara kembali menggelar kegiatan Iman dan Taqwa (Imtaq) rutin tingkat Kabupaten, bertempat di Mesjid Nurul Islam, Dusun Tanaq Song, Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, pada Jum'at (05/12/2025 M) bertepatan dengan 14 Jumadil Akhir 1447 H. Acara Imtaq kali ini mengusung tema relevan, yakni "Bencana dalam Perspektif Agama", dengan menghadirkan penceramah terkemuka, Dr. TGH. Zaki Abdilah, Lc. MA.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran penting Pemerintah Daerah, termasuk para Asisten, Staf Ahli, Kepala Bagian (Kabag) Setda, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta karyawan, serta Camat dari wilayah Pemenang, Tanjung, dan Gangga, bersama jama'ah Mesjid Nurul Islam Tanaq Song.
Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an (Qalam Ilahi) yang indah, dibacakan oleh Qori'ah Halwa Nazipatullah
Pengantar dari Pemerintah Daerah disampaikan oleh Kabag Kesra Setda KLU, H. Syamsudirman. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh hadirin yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan Imtaq rutin yang diselenggarakan oleh Pemda.
H.Syamsudirman juga menyampaikan informasi mengenai rotasi pelaksanaan Imtaq berikutnya. Ia menegaskan bahwa kegiatan serupa akan digilir di seluruh kecamatan wilayah barat, yaitu Kecamatan Pemenang, Tanjung, dan Gangga. Sementara untuk kecamatan di wilayah timur, seperti Kecamatan Kayangan dan Bayan, kegiatan akan tetap digelar di kecamatan masing-masing.
Lebih lanjut, Kabag Kesra Setda KLU tersebut secara khusus menyinggung perihal musibah bencana alam yang baru-baru ini menimpa saudara-saudara di Sumatera. Ia mengajak seluruh pihak untuk menunjukkan kepedulian dengan menyisihkan rezeki sekecil apa pun guna membantu para korban.
"Marilah kita sisihkan rezeki sekecil apa pun untuk saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Sumatera. Semoga kepedulian kita menjadi catatan amal bagi kita semua," ujar H. Syamsudirman, sekaligus menjelaskan alasan di balik pemilihan tema Imtaq kali ini yang berfokus pada bencana.
Kegiatan Imtaq kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah oleh Dr. TGH. Zaki Abdilah, Lc. MA, yang mengupas tuntas mengenai makna dan hikmah dari musibah bencana dalam kacamata agama.
Dr. Zaki Abdilah menjelaskan bahwa bencana bukanlah semata-mata fenomena alam yang berdiri sendiri, melainkan memiliki dimensi spiritual yang mendalam. Ada 4 poin yang akan disampaikan dalam kajian taushiyahnya yang berfungsi sebagai:
1. Ujian Keimanan (Ibtila’):
Bencana adalah cara Allah SWT menguji tingkat keimanan dan kesabaran hamba-Nya. Bagi mereka yang sabar dan berserah diri (tawakal), musibah dapat meningkatkan derajat mereka di sisi Allah.
2. Peringatan (Tadzkirah):
Musibah merupakan pengingat bagi umat manusia agar senantiasa kembali mengingat Allah, memperbanyak istighfar, dan menjauhi maksiat. Beliau menekankan bahwa kerusakan di darat dan laut sering kali diakibatkan oleh ulah tangan manusia itu sendiri.
3. Penggugur Dosa (Kaffarah):
Bagi korban yang beriman, musibah dan kesulitan yang dialami bisa menjadi sarana penghapus dosa dan kesalahan yang telah lalu, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.
4. Momentum Solidaritas (Takaful):
Bencana menjadi pendorong bagi umat Muslim untuk mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial. Aksi kepedulian seperti mengumpulkan donasi, seperti yang dianjurkan oleh Kabag Kesra, adalah implementasi nyata dari ajaran agama untuk saling membantu sesama.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa bencana alam, dari perspektif agama Islam, memiliki tiga dimensi utama:
1.Kudrat dan Ketetapan Allah:
Bencana adalah bagian dari Kudrat (kekuasaan) dan ketetapan Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam QS Az-Zalzalah, yang menunjukkan adanya bencana yang telah ditetapkan oleh Allah.
2.Sebab Akibat (Sunnatullah):
Bencana juga bisa timbul karena Sebab Akibat, di mana ada bencana yang terjadi karena ulah tangan manusia itu sendiri (kerusakan).
3.Hati yang Ingkar:
Ada pula bencana yang terjadi bukan karena tangan manusia, melainkan karena hati yang ingkar dan kufur kepada Allah SWT.
Dr. Zaki Abdilah menekankan bahwa bencana merupakan cara Allah untuk mengangkat derajat manusia. Ketika musibah terjadi, seorang Muslim harus menanamkan sikap Rida (ikhlas menerima) atas ketetapan tersebut, yang kemudian diikuti dengan Ikhlas (ketulusan) dalam menghadapinya. Untuk menghindari bencana yang disebabkan oleh hati yang ingkar, umat Muslim wajib taat kepada Allah dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Di akhir tausiyahnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk bergotong royong membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah di Pulau Sumatera.
"Apapun potensi yang kita miliki, mari kita bantu. Paling utama, doakan mereka yang berada dalam keadaan susah dan sedang tertimpa musibah," tutup Dr. Zaki Abdilah.
Tausiyah ditutup dengan seruan agar masyarakat Lombok Utara senantiasa mengambil pelajaran dari setiap musibah, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, dan terus menjaga lingkungan sebagai wujud syukur atas nikmat yang telah diberikan.
Pewarta: Jaharuddin.S.Sos





0Komentar