Lombok Tengah, (postkotantb.com) - Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah melalui Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) dan non formal Muhammad Nazim,S.Pd.M.Pd optimis proyek pembangunan Revitalisasi dan Rehabilitasi sekolah Paud/TK yang mendapat suntikan dana APBN tahun 2025 rampung sesuai target yang ditetapkan.
Berdasarkan Intruksi Presdien nomor 07 tahun 2021, program revitalisasi Sekolah Taman Kanak-Kanak yang merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jendral PAUD Dasmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut hadir sebagai strategi untuk meningkatkan sarana dan prasarana Pendidikan Anak Usia Dini melalui rehabilitasi dan pembangunan fasilitas seperti ruang kelas, ruang administrasi, UKS, dan arena bermain.
"Di Lombok Tengah,tahun 2025 ada 32 PAUD dapat bantuan yang tersebar di 12 Kecamatan,total anggarannya capai 16 milyar,kontrak dimulai Oktober hingga Desember,progres terkini rata-rata sudah capai 70 persen," ungkap M. Nazim, Rabu (03/12/2025).
Dikatakan, pembangunan dan jatah anggarannya tergantung menu kebutuhan, masing-masing Sekolah beda.Mulai dari kisaran 90 jutaan sampai 1,1 miliar.Kalau kategori revitalisasi, ada yang bangun dari nol,ada yang hanya ruang kelas, hanya UKS, hanya toilet. Kalau rehabilitasi hanya perbaiki ruang atau atap kelas saja.
"Terdapat sekitar 1006 PAUD di Lombok tengah,yang formal terdiri dari Taman Kanak-Kanak,dan non formal kayak kelompok bermain TPA, jadi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan, 60 persen masih butuh di revit atau di rehab,"ujarnya.
Mengejar ketertinggalan itu,Nazim perkebut survei ke lapangan mulai bulan Desember ini,agar di 2026 tidak lagi terkendala pengisian di dapodiknya dalam menentukan berapa persen kerusakan.Sehingga semakin banyak sekolah yang dapat pengajuan revit atau rehab.
"Kita upayakan 2026, dapat ajukan 50-an Sekolah ke pusat baik jalur reguler atau aspirasi," sebutnya.
Ditanya soal dampak proyek bagi masyarakat agar tidak timbulkan polemik, pekerjaan revitalisasi ini sebagaimana ketentuan pengerjaan diaplikasikan dengan skema swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang diketuai Kepala Sekolah sebagai Penanggung Jawab.Masuk juga kalangan perguruan tinggi jadi fasilitator bersama tim koordinator dari Provinsi bertugas memantau dan melaporkan langsung ke Direktorat progres pekerjaannya.
“Pembangunan libatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar dengan tujuan pemberdayaan ekonomi lokal,sehingga semua rasakan manfaatnya, tidak timbulkan polemik,” imbuhnya.
Diharapkan,dengan pembangunan revit dan rehab ini, mutu Pendidikan Anak Usia Dini khusuanya di Loteng semakin berkualitas. Baik guru dan murid hendaknya dapat memanfaatkan sarana prasana yang layak untuk meningkatkan kreasi, inovasi, dan prestasi dalam belajar sebagai bekal yang cukup untuk menapaki ke jenjang sekolah berikutnya.
Pewarta: Lalu Irsyadi
Optimis, Proyek Revitalisasi dan Rehab Sekolah PAUD di Lombok Tengah Rampung Sesuai Target
Redaksi PostKotaNTB
Font size:
12px
Baca juga:


0Komentar