Lombok Barat, (postkotantb.com) — Pengurus Pusat Front Mahasiswa Lombok Barat (FM Lobar) Periode 2025–2026 resmi dilantik di Aula Kementerian Agama Lombok Barat, Minggu 7 Desember 2025. Dalam momentum penting tersebut, Ahmad Yani secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum untuk periode kepengurusan yang baru.
Acara pelantikan ini tidak hanya menjadi seremonial pergantian pengurus, tetapi juga menjadi titik awal untuk mempertegas kembali arah gerakan mahasiswa di Lombok Barat. Dalam sambutannya, Ketua Umum terpilih Ahmad Yani menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran vital sebagai *agent of change*, *moral force*, dan *social control* di tengah berbagai tantangan daerah maupun nasional.
“Kita hidup pada era yang penuh tantangan—mulai dari persoalan pendidikan, ekonomi, lingkungan, hingga isu-isu sosial yang dihadapi masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan,” tegas Ahmad Yani dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa FM Lobar harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berpikir kritis dan bertindak solutif.
Lebih lanjut Ahmad Yani menekankan, bahwa Front Mahasiswa Lombok Barat bukan sekadar wadah diskusi, melainkan ruang aktualisasi yang mendorong sikap progresif dan kontribusi nyata. Melalui program-program strategis yang akan dirancang, organisasi ini diharapkan mampu memberi dampak positif baik di lingkungan kampus, sosial kemasyarakatan, maupun pada tingkat daerah.
Kepada para pengurus yang dilantik, ia menyampaikan pesan mendalam agar setiap amanah dijalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab. “Jabatan yang kalian emban bukanlah kehormatan semata, melainkan tanggung jawab besar yang harus dipegang dengan integritas, solidaritas, dan rasa tanggung jawab. Jadilah pengurus yang bekerja dengan hati dan selalu mengutamakan kepentingan organisasi,” Tegasnya.
Dewan Komite FM LOBAR, Muhsin, juga menambahkan bahwa ke depan FM Lobar harus mampu lebih bersinergi dengan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa apa yang baik harus didukung, sementara hal-hal yang belum baik harus dikritisi secara konstruktif. Menurutnya, FM Lobar juga perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman, salah satunya melalui pemanfaatan platform digital sebagai ruang untuk menunjukkan eksistensi dan gagasan mahasiswa Lombok Barat.
Acara pelantikan kemudian ditutup dengan pesan reflektif yang mengajak seluruh mahasiswa untuk terus berani melakukan perubahan demi kemajuan daerah. “Perubahan tidak lahir dari kenyamanan, tetapi dari keberanian melawan ketidakadilan,” pungkas Ahmad Yani dalam penutupannya, disambut tepuk tangan oleh para peserta.
Pelantikan ini diharapkan menjadi awal baru bagi Front Mahasiswa Lombok Barat (FM Lobar) dalam memperkuat peran mahasiswa sebagai motor penggerak pembangunan sosial dan intelektual di Lombok Barat. Dengan semangat baru, organisasi ini dipercaya mampu menjadi wadah perjuangan yang relevan, responsif, dan berpengaruh bagi generasi muda daerah. (Jack)


0Komentar