Sumbawa Besar, (postkotantb.com) — Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai mematangkan konsep besar penataan Kota Pusaka sebagai langkah strategis menuju kesiapan menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Kota Pusaka Nasional (Rakornas) tahun 2028. Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Penataan Kota Pusaka dan Titik Nol Sumbawa yang dipimpin Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., di Ruang Rapat Hasan Usman, Kamis pagi (11/12/2025).
Rakor tersebut menghadirkan para profesional, akademisi, dan pegiat budaya yang selama ini aktif mengawal pelestarian sejarah Tana’ Samawa. Pertemuan ini menjadi fase awal untuk merumuskan arah pembangunan kawasan budaya Sumbawa Besar sekaligus memperkuat identitasnya sebagai satu-satunya Kota Pusaka di Provinsi NTB.
Dalam arahannya, Bupati Jarot menegaskan pentingnya menjaga keaslian identitas budaya sambil memperindah wajah kota. Pemerintah daerah, katanya, akan melakukan restorasi dan penataan sejumlah ikon budaya, di antaranya Istana Dalam Loka, Bala Kuning, serta kawasan Lapangan Pahlawan.
“Konsep utama yang kita usung adalah adat barenti ko sara’, sara’ barenti ko kitabullah. Ini adalah nilai dasar yang sejak dahulu menjadi jati diri Tau Samawa dan harus tercermin dalam penataan Kota Pusaka kita,” tegas Bupati.
Ia menambahkan bahwa pembangunan Sumbawa harus dilakukan dari berbagai sisi, termasuk menghidupkan kembali kekuatan sejarah dan budayanya. Bupati mencontohkan Yogyakarta sebagai daerah yang berhasil mempertahankan tradisi sekaligus membangun tata ruang kota yang modern dan menarik.
“Kita ingin mengikuti jejak Yogyakarta. Wajah Kota Sumbawa ke depan akan berubah jauh lebih indah, lebih tertata, dan tetap berakar pada budayanya,” ujarnya.
Melalui rakor ini, Pemkab Sumbawa berharap lahir rumusan awal yang kuat dan komprehensif sebagai fondasi penataan Kota Pusaka dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus memastikan kesiapan daerah menyambut Rakornas Kota Pusaka 2028 yang akan menjadikan Sumbawa pusat perhatian nasional. (Jhey)




0Komentar