Sumbawa Besar, (postkotantb.com) – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Sumbawa bersama unsur TNI, Polri, dan lintas OPD menggelar Operasi Gabungan Trantibumlinmas pada Selasa–Rabu, 9–10 Desember 2025. Operasi dilaksanakan mulai pukul 19.00 Wita dengan menyasar wilayah Kecamatan Sumbawa, Unter Iwes, dan Labuhan Badas.

Kegiatan ini digelar berdasarkan PP Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satpol-PP, Permendagri Nomor 26 Tahun 2020, serta Surat Perintah Tugas Kasat Pol PP Sumbawa Nomor 800.1.11/304/Satpol-PP/XII/2025.


Sebanyak 40 personel gabungan terlibat, terdiri dari Satpol-PP, PPNS, Kodim 1607/Sumbawa, Polres Sumbawa, BNN Kabupaten Sumbawa, Dinas Sosial, Dinas KUKM-Indag, DPMPTSP, Disdukcapil, dan Dinas Kesehatan.

Fokus Penyisiran

Tim mendatangi sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik kerawanan, seperti kios dan rumah yang disinyalir menjual minuman keras, kos-kosan, homestay, hotel, serta room family karaoke.

Selain melakukan penindakan, tim juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga ketertiban umum menjelang Nataru. Materi penyadaran disampaikan oleh Sekretaris Satpol-PP, Mohammad Lutfi, S.Pt., M.Si.

Temuan Operasi


Beberapa hasil penindakan yang dicatat tim antara lain:

30 botol minuman keras tradisional jenis Moke diamankan dari salah satu rumah/kios.

8 pasangan tanpa ikatan perkawinan ditemukan di kos dan homestay.

Pemeriksaan darah dan urin terhadap 50 pemandu karaoke oleh BNN dan Dinas Kesehatan.
Hasilnya, 2 orang terdeteksi positif mengidap penyakit menular seksual (Sifilis).

Seluruh temuan telah diserahkan untuk ditindaklanjuti oleh OPD terkait sesuai kewenangannya.

Pernyataan Satpol-PP

Koordinator kegiatan, Mukhtamarwan, S.Pt., Kabid Tibum Tranmas, menyampaikan bahwa operasi gabungan ini merupakan upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.


Penanggung jawab operasi, Kasat Pol PP Sumbawa Abdul Haris, S.Sos, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus meningkatkan intensitas pengawasan, terutama menghadapi momen libur akhir tahun yang rentan terhadap gangguan ketertiban umum. (Jhey)