Sumbawa Besar, (postkotantb.com) – Upaya pembenahan dan penyeragaman data sosial ekonomi terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Sosial dengan menggelar Asistensi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Kegiatan ini dilaksanakan selama tujuh hari kerja, mulai 23 Januari hingga 2 Februari 2026.
Sebanyak 590 peserta terlibat dalam asistensi tersebut, yang berasal dari berbagai unsur strategis, meliputi camat, kepala desa, lurah, anggota BPD, operator SIKS-NG, SDM Program Keluarga Harapan (PKH), SDM TKSK, serta unsur Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa. Keterlibatan lintas peran ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman bersama dalam pengelolaan dan pemutakhiran data DTSEN di tingkat daerah.
Pelaksanaan hari pertama asistensi pada Jumat, 23 Januari 2026, diikuti oleh 105 peserta dari tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Moyo Hulu, Moyo Hilir, dan Moyo Utara. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Sosial, yang masing-masing menyampaikan materi terkait peran kelembagaan dalam pengelolaan dan pemanfaatan DTSEN.
Selama kurang lebih tiga jam, asistensi berlangsung interaktif dengan diskusi yang berkembang aktif. Berbagai pertanyaan, tanggapan, dan masukan dari peserta mencerminkan tingginya perhatian terhadap kebijakan DTSEN serta tantangan implementasinya di lapangan.
Asistensi DTSEN ini dilaksanakan sebagai respons atas masih ditemukannya ketidaksesuaian data bantuan sosial pada masa sebelum integrasi DTSEN. Perbedaan basis data antar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah berpotensi menimbulkan ketidaktepatan sasaran bantuan sosial.
Melalui penerapan DTSEN sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, pemerintah berupaya menghadirkan satu data sosial ekonomi yang terintegrasi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, DTSEN juga menjadi instrumen penting dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Data DTSEN merupakan hasil integrasi dari DTKS Kementerian Sosial, Regsosek BPS, serta P3KE Bappenas, sehingga pemutakhiran data secara berkala menjadi kunci utama keberhasilan kebijakan sosial nasional.
Tujuan utama pelaksanaan asistensi ini adalah menyamakan pemahaman seluruh pemangku kepentingan terkait mekanisme DTSEN, sekaligus meningkatkan transparansi, akurasi, dan kualitas data sosial ekonomi sebagai dasar penyaluran bantuan dan program kesejahteraan sosial.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa. Hal tersebut dilakukan mengingat Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial, Riki Trisnadi, SE., M.Si., sedang menjalankan tugas kedinasan lainnya, sementara Sekretaris Dinas juga tengah mengikuti agenda terpisah.
Dalam asistensi tersebut turut disosialisasikan ketentuan Permensos Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran dan Penggunaan DTSEN. Dijelaskan bahwa pengusulan data dapat dilakukan melalui dua mekanisme, yakni jalur formal melalui pemerintah daerah serta jalur partisipatif melalui aplikasi Cek Bansos yang dapat diakses langsung oleh masyarakat.
Setiap usulan selanjutnya dibahas melalui musyawarah desa atau kelurahan untuk memastikan validitas data sebelum disahkan dan diusulkan ke tingkat pusat.
Data yang telah masuk ke Kementerian Sosial kemudian diproses oleh BPS untuk dilakukan pemeringkatan tingkat kesejahteraan atau pendesilan. Hasil pendesilan inilah yang menjadi dasar penentuan sasaran berbagai program bantuan sosial.
Seiring dengan masih barunya implementasi DTSEN, pemerintah mengakui masih terdapat rentang desil penerima bantuan yang relatif lebar. Oleh karena itu, pemutakhiran data terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menekan potensi kesalahan sasaran. Ke depan, pemanfaatan desil akan disesuaikan secara bertahap sesuai dengan Keputusan Menteri Sosial Nomor 79/HUK/2025.
Melalui asistensi DTSEN ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap kualitas data sosial ekonomi semakin membaik, sehingga kebijakan dan program bantuan sosial dapat disalurkan secara lebih adil, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (Jhey)





0 Komentar