Lombok Tengah, (postkotantb.com) - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB, menindaklanjuti laporan  masyarakat terkait telah terjadinya aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) dalam kawasan hutan negara kelompok hutan Mareje Bonga RTK. 13, Gunung Kong Bawi, wilayah Kerja BKPH Pentas, wilayah Dusun Belenje, Desa Serage,  kecamatan Praya Barat Daye Lombok Tengah. Dalam aktivitas PETI tersebut juga  terjadi kecelakaan korban pelaku tanah ambles/longsor akibat aktivitas penggalian, berlubang pengambilan material bebatuan tanpa izin. 

Kasi Gakum DLHK NTB Astan Wirya.SH.MH mengatakan, pada Rabu 14 Januari 2026 tim tiba di lokasi batas kawasan hutan, berkumpul untuk melaksanakan apel singkat guna memberikan arahan teknis penanganan. 
"Pelaksana  kegiatan dari unsur PPNS Bid. GAKKUM Dinas LHK NTB, Kasi PKSDAE dan KRPH Tastura II BKPH PENTAS, Bhabimaspol Polri - Desa Srage, Intel Kodim TNI AD Loteng, 1 Regu Polhut/Pamhut BKPH PENTAS  dan masyarakat sekitar" terang Wiria pada Kamis, (15/01/2026).


Setibanya di lokasi, tim melakukan pengarahan dan menghentikan secara bersama-sama dengan masyarakat/pelaku untuk menutup dan menghentikan seluruh aktivitas pengambilan material bebatuan, pengerukan bukit kawasan hutan yang diduga memiliki kandungan emas.
"Kami melakukan pemasangan plang papan/banner larangan pertambangan illegal dalam kawasan hutan, menjelaskan bahwa PETI bertentangan dengan UU Bid. Kehutanan dan LH khususnya UU No. 18/2013 ttg P3H" terang Wiria. 

Hastan Wiria menjelaskan, tim mengumpulkan para Pelaku tambang yang berjumlah sekitar 15 orang berasal dari Dusun sekitar desa Montong Sapah, Srage dan lainnya. Tim menghalau dan mengarahkan semua pelaku untuk meninggalkan lokasi PETI.


"Diperlukan dukungan dan komitmen bersama secara lisan dan tertulis, minimal di tingkat tapak wilayah/PorkoPimcam untuk dukungan menolak dan menghentikan bersama aktivitas illegal PETI, disamping itu diperlukan adanya Penjagaan/Patroli mobile dengan Pos Jaga  oleh Petugas Gabungan wilayah utk beberapa hari ke depan oleh  Polhut/Pamhut BKPH didukung TNI dan Polri" pungkas Wira. (nata)