Sumbawa Besar, (postkotantb.com) — Kabupaten Sumbawa kian memantapkan posisinya sebagai kandidat kuat lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda, sekolah menengah unggulan berskala nasional yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat. Kepastian keseriusan tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Stella Christie, Ph.D, yang secara langsung meninjau calon lokasi pembangunan sekolah tersebut.

Kehadiran Wamendikti Saintek disambut Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP bersama Wakil Bupati Drs.H. Mohamad Ansori, didampingi Ketua DPRD, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten, serta pimpinan perangkat daerah terkait. Rangkaian kunjungan ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kesiapan daerah secara menyeluruh, baik dari sisi teknis, administratif, maupun sosial.


Dalam pemaparannya, Bupati Sumbawa menegaskan bahwa komitmen daerah tidak berhenti pada penyediaan lahan semata. Pemerintah daerah, kata Bupati, telah menyiapkan dukungan terintegrasi berupa infrastruktur pendukung, kesiapan tata ruang dan regulasi, penerimaan sosial masyarakat, serta arah kebijakan jangka panjang agar SMA Unggul Garuda dapat tumbuh sebagai pusat pendidikan unggulan yang berkelanjutan.

Sebagai bukti konkret, Pemkab Sumbawa menawarkan dua alternatif lokasi yang sama-sama strategis. Opsi pertama berada di Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes, dengan luas lahan sekitar 20 hektare yang merupakan aset pemerintah daerah. Opsi kedua terletak di kawasan Samota, juga seluas 20 hektare, berdekatan dengan Sirkuit MXGP, Sport Center, serta kawasan pengembangan strategis lainnya.

Sementara itu, Prof. Stella Christie menjelaskan bahwa SMA Unggul Garuda merupakan program strategis yang lahir dari visi langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Program ini dirancang untuk menghadirkan akses pendidikan menengah berkualitas tinggi bagi siswa-siswi terbaik dari seluruh pelosok Indonesia, tanpa sekat latar belakang sosial dan ekonomi.

Sekolah ini akan mengusung sistem boarding school, menerapkan kurikulum nasional yang diperkaya standar internasional, serta memberikan beasiswa penuh kepada seluruh peserta didik.Proses rekrutmen dilakukan secara nasional melalui seleksi yang ketat, objektif, dan transparan. Untuk satu unit sekolah, pemerintah pusat menyiapkan anggaran pembangunan dengan estimasi mencapai Rp213 miliar hingga Rp250 miliar.

Lebih jauh, SMA Unggul Garuda dibangun di atas tiga fondasi utama: pemerataan kualitas pendidikan nasional, pencetakan calon pemimpin masa depan bangsa, serta penguatan prestasi akademik yang selaras dengan pengabdian sosial. Pemerintah pusat juga menyiapkan skema pembiayaan lanjutan bagi lulusan terbaik untuk melanjutkan pendidikan ke universitas-universitas kelas dunia.

Dalam konteks nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 20 SMA Unggul Garuda serta pengembangan 80 Sekolah Garuda Transformasi, yakni sekolah-sekolah unggulan eksisting yang diperkuat agar mampu bersaing di tingkat global.
Sebagai bagian dari kunjungan kerja, Prof. Stella bersama Bupati dan jajaran meninjau langsung kawasan Samota. 


Kawasan ini dinilai memiliki keunggulan strategis karena berdekatan dengan Kawasan Ekonomi Khusus Samota serta menawarkan lanskap alam Teluk Saleh yang mendukung ekosistem pendidikan modern berbasis lingkungan. Peninjauan lokasi alternatif di Desa Kerekeh dijadwalkan pada Jumat, 9 Januari 2026.

Dengan kesiapan lintas sektor yang telah ditunjukkan, Kabupaten Sumbawa menegaskan tekadnya untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia unggul Indonesia melalui kehadiran SMA Unggul Garuda di Bumi Sabalong Samalewa. (Jhey)