Mataram, (postkotantb.com) -
Ekonomi Nusa Tenggara Barat Triwulan IV-2025 terhadap Triwulan III-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 3,97 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 25,32 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 64,09 persen.
"Ekonomi Nusa Tenggara Barat Triwulan IV-2025 terhadap Triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 12,49 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 137,78 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 103,11 persen" terang kepala BPS Provinsi NTB Dr. Wahyudin dalam rilisnya di Mataram Kamis (05/02/2026)
Ekonomi Nusa Tenggara Barat selama Triwulan I-2025 s.d Triwulan IV-2025 terhadap Triwulan I-2024 s.d Triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 3,22 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 76,37 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 4,49 persen.
Sementara itu, jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada November 2025 sebanyak 3,24 juta orang, naik 30,36 ribu orang dibanding Agustus 2025. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 0,39 persen poin dibanding Agustus 2025.
"Penduduk yang bekerja sebanyak 3,14 juta orang, naik sebanyak 29,57 ribu orang dari Agustus 2025. Lapangan usaha yang mengalami peningkatan terbesar adalah Konstruksi sebesar 28,69 ribu orang " Ujar Wahyudi lebih lanjut.
Pada November 2025 sebanyak 1,05 juta orang (33,45 persen) bekerja pada kegiatan formal, naik sebesar 1,87 persen poin dibanding Agustus 2025. Persentase setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu pada November 2025 mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,31 persen poin dan 3,64 persen poin dibanding Agustus 2025.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) November 2025 sebesar 3,05 persen, turun 0,01 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2025.
Persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 11,38 persen, menurun 0,40 persen poin terhadap Maret 2025 dan menurun 0,53 persen poin terhadap September 2024.
Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 637,18 ribu orang, menurun 17,39 ribu orang terhadap Maret 2025 dan menurun 21,42 ribu orang terhadap September 2024.
"Persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2025 sebesar 11,70 persen, mengalami penurunan dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 12,02 persen. Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2025 sebesar 11,02 persen, menurun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 11,51 persen" pungkas Wahyudi. (Nata)


0Komentar