Lombok Utara, (postkotantb.com) – Pemerintah Kecamatan Gangga mulai mematangkan persiapan menyambut hari kemenangan dengan menggelar rapat koordinasi Pawai Takbiran tingkat Kecamatan tahun 1447 Hijriah. Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Gangga pada Jumat (20/02/2026), bertepatan dengan 02 Ramadan 1447 H, ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, Sekcam, Kepala KUA, Kepala Puskesmas Gangga, para Kepala Desa, Sekdes, Karang Taruna, serta jajaran Kasi dan staf Kessos.

Dalam arahannya, Camat Gangga, Mahzan Zohdi, menekankan beberapa poin krusial untuk menjaga kekhusyukan dan estetika pawai. Beliau menegaskan bahwa dalam pelaksanaan takbiran nanti, peserta dilarang keras menggunakan rekaman audio atau musik bergaya DJ.


"Takbiran harus asli suara manusia, bukan menggunakan rekaman atau musik DJ. Kami ingin ruh syiar Islam tetap terjaga," tegas Mahzan Zohdi.

Selain itu, ia meminta setiap kontingen mematuhi ketentuan teknis dari panitia (PHBI), seperti penggunaan spanduk, kostum, miniatur masjid, kaligrafi, hingga lampion. "Satu hal yang penting, dilarang menampilkan atribut atau ornamen yang menyerupai gambar makhluk hidup," tambahnya.

Terkait teknis lapangan, rute pawai rencananya dibagi menjadi dua titik start, yakni: Wilayah Barat: Start dari Taman Karang Kates. Wilayah Timur: Start dari depan Kantor Dikbudpora KLU.

Camat juga mengingatkan agar kegiatan menyesuaikan dengan kondisi cuaca (hujan) dan mengajak seluruh elemen untuk tetap menggemakan tagline "Gangga Bersinar, KLU Berjaya."

Acara yang dipandu oleh moderator L. Firman Ardiansyah (Analis Kessos) ini berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari peserta rapat.

Sekcam Gangga, Nursim, menyoroti soal keterwakilan kecamatan di tingkat kabupaten yang biasanya diambil dari desa wilayah timur, seperti Desa Selelos dan Bentek pada tahun sebelumnya. Senada dengan hal itu, Sekdes Segara Katon, Ihsan Albayani, menyarankan agar juara satu tahun lalu otomatis ditunjuk menjadi wakil kecamatan di level kabupaten.

Namun, pandangan berbeda muncul dari Sekdes Gondang, Abdul Karim. Ia menyarankan agar kegiatan tahun ini tidak dilombakan untuk menghindari pembengkakan biaya persiapan yang tidak sebanding dengan hasil, serta meminimalisir potensi konflik. Ia juga menekankan larangan penggunaan mercon dan pembatasan keterlibatan anak-anak demi keamanan.


Dukungan penuh mengalir dari para pimpinan desa. Kades Rempek Darussalam, Muliadi, dan Kades Genggelang, Almaududi, menyatakan kesiapan mereka menyukseskan perhelatan tahunan tersebut.

"Kami siap mendukung penuh demi kelancaran acara ini," ujar Muliadi yang diamini oleh Almaududi.

Sebagai tindak lanjut, Kasi PMD Rahadianto menyarankan adanya koordinator di setiap titik start yang akan diatur dalam Petunjuk Teknis (Juknis). Para peserta juga nantinya akan menandatangani dokumen komitmen bersama.


Rapat koordinasi ini diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk menyukseskan gelaran tahunan tersebut dengan teknis di lombakan serta yg akan mewakili Kecamatan dalam momen serupa ditunjuk kontingen yang mendapat juara satu pada tahun yang lalu dan sebagai doa penutup dipimpin oleh Rahadianto (Plt.Kasi PMD). Pertemuan lanjutan akan kembali digelar dalam waktu dekat untuk membahas detail teknis pelaksanaan secara lebih mendalam. (@ng)