Lombok Utara, (postkotantb.com) - Mengawali rangkaian kegiatan spiritual dan sosial di bulan suci, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (Pemkab KLU) menggelar Safari Ramadhan 1447 H perdana pada Kamis malam, 26 Februari 2026 M yang bertepatan dengan 9 Ramadhan 1447 H.
Kegiatan ini dipusatkan di Masjid Islahul Ummah, Dusun Sembaro, Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga. Tim 3 Safari Ramadhan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) KLU, Sahabuddin, didampingi jajaran pejabat eselon II dan pimpinan instansi vertikal.
Kehadiran Tim 3 di Dusun Sembaro membawa formasi lengkap, mulai dari Asisten Perekonomian, Staf Ahli, hingga para Kepala Dinas (Dukcapil, Pertanian, Pariwisata, LH, Perpustakaan, Kesbangpol, BKAD, Bapenda, dan Kasat Pol PP). Turut hadir pula Kepala BPS, Kepala Kantor Samsat, Direktur PT Bank NTB Syariah, serta jajaran pimpinan Baznas KLU.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Tim Safari Ramadhan Kecamatan yang dipimpin Camat Gangga, Mahzan Zohdi, serta Tim Safari Desa yang dipimpin Kepala Desa Segara Katon, Ramdan, bersama ratusan jamaah setempat.
Dalam kata penerimaannya, Camat Gangga, Mahzan Zohdi, yang juga mewakili Kepala Desa Segara Katon, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas dipilihnya Masjid Islahul Ummah sebagai lokasi perdana Safari Ramadhan Tim 3.
"Kami atas nama pemerintah kecamatan dan desa mengucapkan selamat datang kepada Bapak Sekda beserta rombongan Tim 3 Safari Ramadhan Pemda KLU. Kehadiran jajaran pimpinan daerah di tengah-tengah masyarakat Dusun Sembaro ini merupakan kehormatan besar, sekaligus menjadi penyemangat bagi warga kami dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini," ujar Mahzan Zohdi.
Ia juga menambahkan, bahwa momen ini menjadi kesempatan berharga bagi warga Desa Segara Katon untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para pengambil kebijakan yang hadir dalam rombongan tersebut.
Sementara itu, Sekda KLU Sahabuddin, selain memperkenalkan anggota timnya, beliau juga menekankan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan komunikasi.
"Ini adalah bentuk silaturahmi langsung pemerintah daerah kepada masyarakatnya. Sebagai pelayan publik, sudah menjadi kewajiban kami untuk hadir, melayani, dan saling bertukar informasi demi kemajuan daerah," ujar Sahabuddin.
Sekda Sahabuddin juga memaparkan secara rinci arah pembangunan Pemerintah Daerah KLU untuk tahun 2026. Beliau menekankan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah pemulihan dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Beberapa poin penting yang disampaikan Sekda terkait program ekonomi antara lain, mengajak jamaah memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperkuat iman dan taqwa, menyampaikan berbagai program pembangunan yang sedang dan akan dijalankan pemerintah demi kesejahteraan rakyat dan secara khusus, Sekda memaparkan rencana pengembangan di bidang perekonomian yang akan menyasar seluruh wilayah Kabupaten Lombok Utara untuk meningkatkan taraf hidup warga.
"Pembangunan yang kami lakukan tidak akan ada artinya tanpa keterlibatan aktif masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap program ekonomi yang dirancang benar-benar menyentuh kebutuhan warga masyarakat," tegas Sahabuddin di hadapan jamaah.
Melalui giat ini, Pemda KLU berharap tercipta sinergi yang kuat antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat di tingkat bawah.
Sebagai wujud kepedulian nyata pemerintah daerah terhadap rumah ibadah, usai menyampaikan sambutannya, Sekda Sahabuddin menyerahkan bantuan berupa bingkisan dan paket bantuan yang diterima langsung secara simbolis oleh pengurus (Ta’mir) Masjid Islahul Ummah. Penyerahan ini disaksikan oleh seluruh anggota tim dan jamaah yang hadir dengan penuh khidmat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah oleh TGH. Khaerul Faridi, Lc., MA. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya menghidupkan malam-malam di bulan suci Ramadhan (Qiyamul Ramadhan).
TGH. Khaerul Faridi mengupas secara rinci mengenai keutamaan shalat Tarawih sebagai salah satu metode utama menghidupkan malam Ramadhan. Beliau memaparkan sejarah asal-usul pelaksanaan shalat Tarawih berjamaah di masjid dengan merujuk pada sanad yang sahih:
1.Era Rasulullah SAW: Ia menjelaskan, bahwa Rasulullah SAW pada awalnya melaksanakan shalat malam di masjid selama beberapa malam, namun kemudian melanjutkannya di rumah agar tidak dianggap sebagai kewajiban yang memberatkan umat.
2.Era Khalifah Umar bin Khattab: Beliau merincikan bagaimana kebijakan Khalifah Umar untuk menyatukan jamaah di bawah satu imam (Ubay bin Ka'ab), yang kemudian menjadi tradisi berjamaah di masjid hingga saat ini.
Selain shalat Tarawih, beliau juga mengingatkan bahwa menghidupkan malam Ramadhan dapat dilakukan dengan berbagai amalan lainnya, seperti:
Tadarus Al-Qur'an untuk mendekatkan diri pada wahyu Allah, Itikaf dan memperbanyak zikir serta doa dan Sedekah malam hari sebagai bentuk kesalehan sosial.
"Menghidupkan malam Ramadhan bukan hanya soal kuantitas rakaat, tetapi tentang bagaimana kita menghadirkan hati dan jiwa untuk bersimpuh di hadapan Allah SWT," pesan TGH. Khaerul Faridi menutup tausiyahnya.
Kegiatan Safari Ramadhan perdana ini ditutup dengan doa bersama di pimpin TGH.Khaerul Faridi untuk keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Lombok Utara, khususnya warga Desa Segara Katon. (@ng)





0Komentar